Suara.com - Pengamat politik Rocky Gerung mengkritik menohok Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Hal ini disebabkan karena Luhut memuji Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang membuat Indonesia menjadi tuan rumah KTT G20.
Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, pujian Luhut untuk Jokowi ini disampaikan di acara Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI), yang diwarnai seruan dukungan presiden 3 periode.
Dalam acara itu, Luhut memuji Jokowi yang dinilai memiliki peran vital dalam memelihara keseimbangan dunia, dengan menyinggung G20.
"Presiden Jokowi memainkan peran yang sangat vital dalam memelihara keseimbangan dunia saat ini," kata Luhut.
"Banyak yang suka sama beliau, sehingga mempermudah pekerjaan-pekerjaan kami untuk melakukan kegiatan-kegiatan ini. Kita bersyukur alam memberikan, Tuhan memberikan presiden ini," lanjutnya.
Rocky pun langsung memberikan komentar menohok mengenai pujian Luhut ke Jokowi itu. Hal ini diungkapkan secara blak-blakan di akun YouTube miliknya, Rocky Gerung Official.
Ia menyebut hal itu tidak perlu dibesar-besarkan. Pasalnya, G20 merupakan kegiatan penting yang cuma menunggu giliran, bukan karena prestasi Presiden Jokowi.
"Itu keliru, karena presiden Jokowi, siapapun presiden hari ini dia akan mendapat giliran untuk memimpin G20, karena ini bukan karena Presiden Jokowi berprestasi, ini karena giliran,” ucap Rocky dalam videonya, Senin (4/4/22).
Rocky bahkan mengingatkan bahwa masuk G20 bukanlah sesuatu yang perlu terlalu dibangga-banggakan. Apalagi sampai dipuji sebagai prestasi dari seorang Jokowi.
Baca Juga: Jadi Saksi Kasus Haris Azhar-Fatia, 3 Periset Bongkar Rekam Jejak Bisnis Tambang Luhut di Papua
Menurutnya, Indonesia masuk G20 karena faktor penduduk Indonesia banyak sehingga skala ekonominya pun besar. Ia juga mencontohkan sejumlah negara yang tidak masuk G20 karena skala ekonominya kecil.
Tak sampai di situ, Rocky juga mengkritik pedas Luhut untuk tidak membohongi rakyat dengan menggembar-gemborkan mengenai prestasi Jokowi dalam menjadikan Indonesia tuan rumah G20.
"Jadi skala ekonominya bukan ukuran untuk memuji Pak Jokowi, jadi seolah-olah kalau G20 maka hebat, nggak! Lebih hebat singapura dari kita karena pendapatan per kapitanya tinggi," jelas Rocky.
"Negara-negara kecil Finlandia, skandivania itu nggak masuk G20 padahal per kapitanya tinggi karena ini ukuran ekonomi. Jadi Pak Luhut jangan bohongi lah rakyat bahwa seolah-olah G20 hebat betul, nggak itu biasa aja,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Jadi Saksi Kasus Haris Azhar-Fatia, 3 Periset Bongkar Rekam Jejak Bisnis Tambang Luhut di Papua
-
Amien Rais Soal Jokowi 3 Periode, Bandingkan Pakde dengan Bung Karno: Semi Komunisme, Kekuatan Islam akan Dipreteli
-
Menyoal Deklarasi Apdesi hingga Isu Jokowi 3 Periode, Mensesneg Pratikno-Moeldoko Habis-habisan Dicecar Komisi II DPR
-
Wacana Harga Pertalite dan Gas Elpiji 3 Kg Naik, PKS: yang Miskin Makin Miskin
-
Jokowi Cuma Butuh Waktu Segini untuk Hentikan Isu Penundaan Pemilu 2024
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan