News / Nasional
Senin, 04 April 2022 | 14:12 WIB
Digitalisasi Nusantara Expo and Summit (DNES) 2022, yang digelar Kadin Indonesia di Surakarta, Jawa Tengah. (Dok: Telkom)

Suara.com - Digitalisasi yang semakin cepat mengharuskan korporasi dan para pelaku usaha untuk terus beradaptasi, agar dapat bertahan dan maju ke depan. Untuk itu perlu adanya transformasi digital yang mulai dilakukan secara kolaboratif oleh semua pihak.

Kolaborasi elemen swasta, pemerintah, dan BUMN salah satunya PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghadirkan Kadin Tech Hub,  yang diperkenalkan pada acara Digitalisasi Nusantara Expo and Summit (DNES) 2022, yang digelar Kadin Indonesia di Surakarta, Jawa Tengah, sebagai bagian dari side events B20 Gugus Tugas Digitalisasi.

Kadin Tech Hub merupakan wadah yang mempertemukan perusahaan/instansi/UMKM dan pemilik permasalahan dengan penyedia solusi dari individu, startup, dan kampus.

Ketua Komite Tetap Program Prakarsa Baru Komunikasi dan Informatika Kadin Indonesia, sekaligus Direktur Digital Business Telkom, Muhamad Fajrin Rasyid mengatakan, platform Kadin Tech Hub hadir untuk mendukung transformasi digital yang kini terjadi. Keterlibatan Telkom dalam platform Kadin Tech Hub menjadi bukti kontribusi perusahaan mendukung digitalisasi dan pembentukan kedaulatan digital Indonesia.

Fajrin yang juga menjabat Deputy Chair TF Digitalization B20 mengatakan, Telkom konsisten memperkuat jaringan backbone dan gateway international, mengembangkan ekosistem data center (NeuCentrIX) untuk mengakselerasi digitalisasi berbasis cloud, dan mengembangkan infrastruktur demi meningkatnya kualitas layanan telekomunikasi dan digital hingga ke pelosok.

“Lalu lintas 79,4 zettabytes data/informasi per tahun akan meningkatkan lebih banyak masalah untuk dipecahkan. Koneksi digital yang lebih cepat, didukungteknologi 5G dan IoT, berpotensi meningkatkan PDB global sebesar 1,2 triliun dolar AS menjadi 2 triliun dolar AS pada 2030. Potensi ini harus kita maksimalkan demi membawa kemaslahatan bagi negara, masyarakat, dan pelaku usaha,” ujar Fajrin.

Menurutnya, pada 2030, nilai pasar IoT akan mencapai 12,6 triliun dolar AS. Angka ini membuktikan besarnya peluang digitalisasi untuk memajukan perekonomian masyarakat dunia, khususnya Indonesia.

Pada dekade mendatang, digitalisasi yang masif akan menjadi konsep utama dalam perekonomian dunia. Sistem ekonomi kolaboratif akan tercipta seiring makin biasnya batas antar negara akibat kemajuan teknologi.

“Kadin Tech Hub hadir untuk memudahkan pemilik masalah dan pemberi solusi untuk saling berdiskusi dan mendukung dalam sistem ekonomi kolaboratif. Contohnya, jika ada UMKM restoran yang butuh digitalisasi kasir, mereka bisa mengutarakan masalah tersebut, kemudian akan ada berbagai startup yang menawarkan solusi untuk mengatasi kebutuhan itu menggunakan experience dan idenya masing-masing,” ujar Fajrin.

Baca Juga: Beragam Produk Unggulan Leap-Telkom Digital Hadir di Solo Techno Park

Pada Kadin Tech Hub, beberapa solusi yang sudah tersedia antara lain berasal dari startup dan platform karya Telkom, seperti MySooltan, Nodeflux, Indigo, dan BigBox. Sebagai contoh, My Sooltan adalah platform penyedia solusi digital touch point terintegrasi yang bisa dimanfaatkan UMKM, kemudian Nodeflux menyediakan solusi computer vision & deep learning untuk deteksi video dengan cara canggih dan termutakhir. Kadin Tech Hub dapat diakses melalui laman https://kadin.digital.

Load More