Suara.com - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo menyebut penurunan stunting dari tahun-tahun sebelumnya relatif belum mencapai 14 persen di tahun 2024. Sehingga diperlukan adanya percepatan strategi nasional percepatan pencegahan stunting.
"Kalau kita lihat dari penurunan dari tahun tahun sebelumnya, itu relatif belum bisa mencapai angka 14 persen di tahun 2024. Oleh karena itu, tadi sangat jelas disampaikan oleh pak Wapres bahwa tahun 2018, 30,8 kemudian tahun 2021 24,4, sehingga penurunan ini 6 persen dalam waktu 3 tahun, sehingga penurunannya 2 persen lebih dikit ya," ujar Hasto dalam Forum Merdeka Barat bertajuk 'Cegah Stunting, Tingkatkan Daya Saing' dari Youtube FMB9ID_IKP, Senin (4/4/2022
Kata Hasto untuk mencapai target 14 persen membutuhkan penurunan 3 persen menuju percepatan penurunan stunting ke 2024.
"Kalau kami ingin menuju angka 14 persen sesuai dengan arah bapak presiden tahun 2024, maka membutuhkan paling tidak 3 persen sehingga membutuhkan percepatan penurunan menuju ke 2024," ucap dia.
Hasto pun membeberkan beberapa wilayah di Indonesia yang kasus stuntingnya masih tinggi. Yakni Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Aceh, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.
"Kalau kita lihat dari yang paling memprihatinkan angkanya masih cukup tinggi menurut Survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) itu di antaranya adalah seperti NTT, kemudian Sulawesi barat dan Sulawesi Tenggara dan juga Aceh dan NTB dan juga Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Ini menjadi daerah-daerah yang tentu 5 besar tertinggi dan urutan tertinggi," papar dia.
Ia mencontohkan seperti di Jawa tengah Jawa Timur, Jawa barat presentase kasus stunting tidak tinggi, namun jumlah kasus besar lantaran faktor jumlah penduduk yang besar.
"Sehingga kita harus juga memperhatikan wilayah yang jumlah kasusnya besar karena penduduknya besar sekali lagi seperti Jawa tengah Jawa timur Jawa barat Banten kemudian juga Sumatera Utara," kata dia.
Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan terjadi penurunan stunting dalam tiga tahun terakhir dari 30,8 persen menjadi 24,4 persen di tahun 2021.
Baca Juga: Wapres Maruf: Indonesia Alami Masalah Gizi Kronis Pada Anak dan Ibu Hamil
Ma'ruf menuturkan keberhasilan penurunan stunting tersebut berdasarkan hasil survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 .
"Sebagai hasilnya kita menyambut gembira hasil survei status gizi Indonesia SSGI 2021, yang menunjukkan keberhasilan penurunan stunting dalam 3 tahun terakhir, yaitu dari 30,8 persen tahun 2018 menjadi 24,4 persen tahun 2021," paparnya.
Kendati demikian kata Maruf, pemerintah memiliki target penurunan angka stunting dapat ditekan hingga 14 persen hingga 2023.
"Komitmen pemerintah tentu tidak lantas berhenti dengan capaian tersebut, target kita sekarang angka stunting dapat ditekan hingga 14 persen pada 2024," ucap dia.
Berita Terkait
-
Wapres Maruf: Indonesia Alami Masalah Gizi Kronis Pada Anak dan Ibu Hamil
-
Benarkah Rendahnya Konsumsi Daging Sapi Sebabkan Anak Stunting? Simak Dulu Penjelasan Ahli Gizi
-
Ganjar Pamer Program 5Ng: Angka Stunting di Jateng Paling Rendah se-Nasional
-
Angka Prevalensi Stunting Tinggi, BKKBN Ungkap 3 Penyebabnya
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir
-
NHM Peduli Perkuat Infrastruktur Air Bersih di Desa Tiowor, Kao Teluk
-
Ketua Ombudsman RI Terancam Dipecat Tidak Hormat, Majelis Etik Buka Suara soal Kasus Hery Susanto
-
Perkuat Komitmen Stabilitas, Prabowo Ajak ASEAN Utamakan Dialog Hadapi Persoalan Kawasan
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati