Suara.com - Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Komnas HAM 2022-2027, Makarim Wibisono, mengatakan tantangan Komnas HAM ke depan akan semakin tinggi. Sebab, ruang berdemokrasi di zaman kiwari makin menyempit.
Terlebih, komitmen para pemangku kebijakan yang semula berkonsentrasi pada HAM, kini telah tenggelam dari permukaan. Untuk itu, dia berharap Komnas HAM bisa memberikan perhatian besar pada masalah hak asasi manusia.
"Karena itu kami menghendaki adanya Komnas HAM yang betul-betul memiliki jiwa pelopor untuk menarik unsur-unsur lain agar memberi perhatian yang besar pada masalah-malasah HAM," ucap Makarim di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (4/4/2022).
Sebagai Ketua Pansel, Makarim juga berharap anggota Komisioner Komnas HAM ke depan terdiri dari orang-orang yang memiliki komitmen yang kuat. Khususnya terhadap prinsip-prinsip hak asasi manusia.
"Tidak hanya prinsip-prinsip mengenai kemajuan penegertian terhadap hak asasi manusia tapi juga prinsip-prinsip bagaimana untuk melindungi persoalan-persoalan korban dari akibat pelanggaran HAM itu, jadi kita tidak hanya berbicara tapi juga melakukan langkah-langkah untuk melindunginya gitu ya," jelasnya.
Dengan demikian, Makarim mengatakan saat ini banyak kesempatan bagi para aktivis bisa memanfaatkan kedudukan di Komnas HAM. Hal itu untuk memperjuangkan masalah-masalahnya terkait HAM.
"Sebagai anggota Komnas HAM itu punya akses yang tidak terlalu sulit bertemu dengan penegak hukum itu," tutup dia.
Berita Terkait
-
Ketua Pansel Komnas HAM Sebut Pelamar Komisioner Minim Aktivis, Beda dengan 10 Tahun Lalu
-
Everton Tumbang di Markas West Ham, Frank Lampard Tidak Puas
-
Manajer West Ham David Moyes Tolak Wacana Tiket Liga Champions untuk Big Six
-
Keterlibatan Anggota TNI di Kasus Kerangkeng Manusia Langkat, Panglima TNI Janji Akan Menyelesaikan
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara