Suara.com - Seorang pasien yang terbaring lemas di brankar rumah sakit telah menjadi viral di media sosial. Bagaimana tidak, pasien ini tetap berjoget meski kondisinya terbilang parah.
Video yang memperlihatkan pasien tersebut dibagikan oleh akun Instagram @kamerapengawas.id.
"Tetep pargoy walau sedang koma," tulis keterangan unggahan dikutip Suara.com, Rabu (6/4/2022).
Dalam video, tampak seorang cowok yang terbaring lemas di atas brankar rumah sakit. Kondisi cowok ini terbilang cukup parah.
Cowok tersebut terbaring lemah dengan penuh luka lebam di wajahnya. Bahkan, kepala dan bagian mulutnya sampai diperban.
Sementara itu, pipinya dan dahi cowok ini terdapat banyak luka. Tidak diketahui kejadian yang dialami olehnya hingga mengalami banyak luka di wajahnya.
Tangan kanan cowok tersebut juga telah dipasangi dengan selang infus.
Di sebelah brankar rumah sakit yang ditempatinya itu ada sekumpulan pemuda yang diduga merupakan teman-temannya.
Para pemuda itu tampak berjoget persis di samping brankarnya. Teman-temannya itu terlihat sangat senang saat berjoget.
Baca Juga: Mencekam! Video Detik-detik Truk Sembako Jatuh dan Tenggelam di Laut Aceh
Bahkan, teman-temannya sampai mengangkat tangannya saat berjoget. Cowok yang sedang terbaring lemas di brankar rumah sakit itu juga tidak mau ketinggalan.
Meskipun kondisinya terbilang cukup parah dan penuh luka di wajahnya, cowok ini tidak ketinggalan ikut berjoget bersama teman-teman-temannya.
Cowok yang menjadi pasien ini ikut untuk mengangkat tangannya dan mengikuti irama seperti yang dilakukan teman-temannya meski sambil memejamkan matanya.
Ia juga menggoyangkan kepala dan tangannya meski saat itu terdapat bekas darah di tangannya.
Kebetulan, situasi ruangan yang ditempati olehnya terlihat sepi sehingga tidak mengganggu pasien lain.
Sontak, momen yang memperlihatkan pasien tetap joget meski kondisinya cukup parah itu lantas menuai beragam tanggapan warganet.
Berita Terkait
-
Mobil Pejabat Biasanya Berisik Minta Jalan, Tapi Mercedes Ini Ikut Bermacet-macet Ria, Pemiliknya Bikin Kaget!
-
Gedebage Banjir, Jalan Soekarno Hatta Bandung Macet Parah Jelang Azan Magrib
-
Masih Bulan Puasa, Begini Momen Kocak Pemuda Terciduk Diam-diam Makan Jajan di Dekat Selokan
-
Beli 76 Video dan Foto Syur Dea Only Fans, Marshel Widianto Besok Diperiksa Polisi, Netizen: Belinya Pake Uang Negara?
-
Tega, Siswi SMA Dianiaya Sekelompok Remaja Putri, Dianggap Merebut Pacar Salah Satu Pelaku
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Kasus Lupus di Jakarta Terus Naik, DKI Fokus Skrining Perempuan Usia 18 Tahun
-
Waka Komisi X DPR Desak Hapus Kastanisasi Guru, Minta Seluruh Honorer Diangkat Jadi PNS
-
Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara Lebih Awal
-
Ruang Publik Masih Sulit Diakses Sebagian Warga, Peneliti Dorong Kota Lebih Inklusif
-
Kemendagri Gandeng KPK dan Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Antikorupsi
-
Sok Jago Hadang Ambulans di Depok, Pria Ini Langsung Ciut Saat Diciduk Polisi
-
Donald Trump Kesal Mahalnya Tiket Piala Dunia 2026: Saya Nggak Mau Beli
-
Langsung Kena Kritik, CFD Rasuna Said Bakal Diberlakukan dengan Penyesuaian Jam
-
Krisis Energi Global Mulai Hantam Industri AMDK, Apa Dampaknya Bagi Konsumen?
-
Sampah Pasar Bisa Jadi Pupuk Cuma 2 Jam, Jakarta Uji Teknologi Baru di Kramat Jati