Suara.com - Teriakan presiden 3 periode masih terus bergema dan menjadi perbincangan publik. Sejumlah tokoh ikut memberikan tanggapan mengenai wacana tersebut. Pengamat politik dalam negeri hingga luar negeri ikut memberikan komentar.
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB) Rudi S Kamri membeberkan prediksi dari pengamat asing.
Rudi mengatakan, sorotan dari pengamat asing tersebut dipicu isu penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.
Menurutnya, Jokowi menjadi korban dari para pendukung dan pengikutnya yang mengincar kekuasaan lebih.
"Presiden Jokowi dijerumuskan orang terdekatnya. Ini yang menjadi keyakinan para pengamat soal Presiden Jokowi akan lengser sebelum 2024," kata Rudi, seperti dikutip dari wartaekonomi--jaringan Suara.com, Jumat (8/4/2022).
Ia khawatir apabila Jokowi dijadikan 'tumbal' oleh para oknum menteri yang tak bertanggung jawab.
Rudi memberikan saran, Jokowi harus bisa bersikap tegas dan mengganti menteri yang tidak becus dalam bekerja.
"Ini sudah saatnya Pak Jokowi ambil tindakan untuk reshuffle menteri yang hanya memanfaatkan kekuasaan dan tidak bisa kerja," jelasnya.
Selain itu, Rudi menegaskan pentingnya membaca 'situasi' sebelum mendikte Jokowi.
Pasalnya, wacana penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden muncul dari orang-orang terdekat Jokowi.
"Jadi, saya ingatkan jika wacana itu digulirkan para pembantu Presiden Jokowi. Jadi, mereka yang seharusnya diserang," bebernya.
Tag
Berita Terkait
-
Jokowi Bentuk Dewan Sumber Daya Air Nasional, Luhut Yang Jadi Ketuanya
-
Potret Aksi Demo Mahasiswa Tolak Presiden 3 Periode di Sejumlah Daerah
-
Keras! Luhut Diwanti-wanti Gegara Bicara Soal Penundaan Pemilu: Tugasmu Itu Sebagai Menteri
-
Jokowi Teken Perpres 50 Tahun 2022, Isinya Gaji Pejabat Administrasi Jadi Fungsional Tidak Bakal Berkurang
-
Jokowi Disuruh PDIP Contoh Soeharto saat Pilih Menteri: Jangan Asal Prat Pret!
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?