Pihak berwenang Ukraina mengatakan mereka menemukan lebih dari 300 mayat, 50 di antaranya tampak seperti dieksekusi.
Rusia telah membantah tuduhan itu dan mengatakan bahwa gambar-gambar itu adalah rekayasa.
Sebagian besar negara Barat telah menolak klaim ini. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada hari Kamis (07/04) bahkan mengatakan situasi di kota Borodyanka di luar Kyiv lebih buruk daripada yang terjadi di kota Bucha.
"Upaya membersihkan puing-puing di Borodyanka telah dimulai. Ini jauh lebih mengerikan di sana. Bahkan lebih banyak korban oleh pasukan Rusia," kata Zelenskyy.
Pasukan Rusia dilaporkan telah ditarik keluar dari wilayah itu sekitar seminggu yang lalu.
Sebelumnya, Ukraina menuduh Rusia menargetkan warga sipil dan bangunan tempat tinggal dengan serangan-serangannya.
Sebuah serangan yang melanda rumah sakit anak-anak dan bangsal bersalin mengundang kecaman internasional. rap/ha (Reuters, AFP)
Berita Terkait
-
Cair! Promosikan Proyek Arab Saudi, Pakar Transfer Fabrizio Romano Dicap Buzzer King Salman
-
Tak Dikasih Nomor Punggung 2, Eks Bek AC Milan Kecewa Berat hingga Serang Allegri
-
Memberi THR ke Ortu Baiknya Berapa? Ini Kisaran yang Luwes
-
Deretan Insiden Persebaya vs Persib: Benturan Horor Federico Barba hingga Kekonyolan Adam Alis
-
Namanya Zahra Azadpour Ditembak Mati di Teheran dan Aksi Diam Timnas Putri Iran
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Skenario Evakuasi 15 WNI di Iran: Rute Jalur Darat 10 Jam ke Azerbaijan
-
BPJS Kesehatan Tegaskan Layanan JKN Sudah Sesuai Prinsip Syariah
-
Iran Hancurkan Stasiun CIA di Arab Saudi
-
Menlu Sugiono Jawab Desakan Publik Agar Indonesia Keluar dari Board of Peace
-
Prabowo Jadi Mediator? RI Mulai Jalin Komunikasi Rahasia dengan Iran dan Amerika Serikat
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi AS, Indonesia Tetap Tawarkan Diri Jadi Mediator
-
Junaedi Saibih Divonis Bebas dalam Kasus Suap Vonis Korupsi Ekspor CPO
-
Tinggalkan Istana Usai Pertemuan: AHY Antar SBY, Gibran Satu Mobil Bareng Jokowi
-
Benarkah Gaji Nakes Jakarta Mandek 10 Tahun? Ini Duduk Perkaranya
-
Analis: Iran di Atas Angin, Ini Sebabnya