Suara.com - Beredar narasi yang menyebutkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putih marah besar karena kapal tanker Pertamina dicegat di Denmark.
Narasi itu dibagikan oleh kanal YouTube Clean Infotainment. Kanal tersebut mengunggah sebuah video yang menampilkan Vladimir Putin tengah berpidato.
Akun tersebut juga memperlihatkan dokumentasi kapal tanker Pertamina yang diberhentikan di Denmark serta judul yang menyatakan Putin marah lantaran peristiwa tersebut.
Adapun narasi yang dibagikan sebagai berikut.
"Vladimir Putin Marah Besar, Kapal Tanker Pertamina Yang Angkut Minyak Rusia, Dicegat Di Denmark"
Lantas, benarkah klaim tersebut?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, narasi yang menyebutkan bahwa Vladimir Putin marah besar karena kapal tanker Pertamina yang angkut minyak Rusia dicegat di Denmark itu tidak benar.
Faktanya, video tersebut bukan merupakan video Vladimir Putin marah besar karena kapal tanker Pertamina diberhentikan di Denmark.
Baca Juga: CEK FAKTA: Beredar Video Kapal Pertamina Indonesia Dijarah oleh Denmark, Benarkah?
Video tersebut berisi pidato Putin yang menuduh negara-negara Barat melakukan "cancel culture" atau budaya pengenyahan terhadap Rusia yang kemudian digabungkan dengan video kapal Pertamina yang diberhentikan di pelabuhan Denmark oleh aktivis Greenpeace sebagai bentuk larangan impor bahan bakar fosil dari Rusia.
Video pidato Vladimir Putin itu pernah diunggah oleh kanal YouTube NBC News pada 26 Maret 2022. Video itu berjudul "Putin Claims West Is Trying To Cancel Russia".
Dalam pidato itu, Putin menuduh negara-negara Barat melakukan cancel culture teerhadap Rusia dan membandingkan perbuatan itu dengan kebijakan Nazi Jerman saat Perang Dunia Kedua.
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, maka narasi Vladimir Putin marah karena kapal Pertamina dari Rusia dicegat di Denmark adalah hoaks.
Narasi tersebut dapat dikategorikan sebagai manipulated content atau konten yang dimanipulasi.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Beredar Video Kapal Pertamina Indonesia Dijarah oleh Denmark, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Baim Wong Bagi-Bagi Duit dan HP di Acara Kuis Tebak Angka?
-
CEK FAKTA: Geger Pesan Berantai Pembagian Al Quran dengan Terjemahan Palsu Al-Maidah Ayat 51, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Vaksin dan Tes Swab Dapat Membatalkan Puasa, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Beredar Permohonan Aktor Steve Emmanuel Bersama Anaknya Sebelum Dieksekusi Mati, Benarkah?
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!