Suara.com - Salah satu tradisi masyarakat saat Ramadhan adalah membacakan Yasin dan Tahlil di Makam Mbah Tuwo di Kota Batu. Warga berziarah ke salah satu tokoh di Kota Batu.
Menurut KRT KH M Musyrifin, pengasuh Padepokan Panatagama Desa Bumiaji, Mbah Tuwo ada kaitannya dengan peristiwa yang tertulis pada Candrasangkala, yang akrab kita dengar, “Ilang Sirno Kertaning Bhumi”.
Dikutip TimesIndonesia, keberadaannya ada kaitannya dengan keruntuhan Kerajaan Majapahit. Mbah Mbatu atau Dewi Condro Asmoro, menurut Musyrifin tidak lain adalah Raden Ayu Dewi Condro Asmoro, istri dari Tumenggung Satim Singomoyo yang dimakamkan di Troloyo Trowulan.
Satim meninggal dunia dalam perang dengan Jenggala Kediri, sementara Dewi Condro Asmoro menyelamatkan diri dengan 100 prajurit, 7 orang emban, satu orang ahli kanuragan, satu orang ahli agama dan satu orang ahli peternakan dan pertanian, termasuk Pangeran Rojoyo Bagus Permadi. Di tempat ini mereka bertemu Kyai Naim yang merupakan pengawal dari Pangeran Diponegoro.
Di tempat barunya ini Dewi Condro Asmoro lebih akrab dipanggil Mbah Tuwo, sehingga dari panggilan inilah akhirnya menjadi nama sebuah Kota Batu.
Makam Mbah Mbatu ada di Dusun Banaran, Desa/Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Malam ini ramai dikunjungi tamu, baik yang datang sendirian atau pun yang berombongan.
Seperti para santriwati Pondok Pesantren di Desa Bumiaji, datang berbondong-bondong ke makam untuk membacakan Yasin dan Tahlil di pusara Dewi Condro Asmoro yang dikenal dengan sebutan Mbah Mbatu, Kiai Naim, Pangeran Rohjoyo dan Dewi Mutmainah.
Mereka mendoakan para leluhur yang diyakini babat alas (membuka) Kota Batu dan menyebarkan Islam di Kota Batu. Namun ada juga yang datang sendirian melakukan hal yang sama, yakni mengirim doa untuk para leluhur ini.
“Mumpung bulan Ramadan, bulan suci, saya sempatkan datang ke sini untuk mengirim doa,” ujar Sarpai, warga Junrejo, Kota Batu. Menurutnya, ia sering datang ke makam ini, terutama saat Jumat Legi untuk melakukan aktivitas yang sama, yakni membaca Yasin dan Tahlil.
Baca Juga: Bupati Bogor Ade Yasin Janji Berikan Tempat Tinggal Baru Untuk Bocah Korban Kekerasan Ayah Tiri
Berita Terkait
-
Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan
-
Invasi Pemain Keturunan: 23% Pemain di Piala Dunia 2026 Bukan Lahir di Negaranya
-
Di Balik Swedia Bantai Tunisia, Yasin Ayari Menghancurkan Tanah Kelahiran Sang Ayah
-
Piala Dunia 2026: Alasan Yasin Ayari Tak Selebrasi Saat Cetak Gol di Laga Swedia Vs Tunisia
-
Kasus Firli Bahuri Jalan di Tempat: Kejati Kembalikan SPDP Gara-gara Polisi Lewati Batas Waktu!
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
Terkini
-
Harta Kekayaan Ketua MA Sunarto yang Gajinya Disebut Prabowo Lebih Besar dari Ketua MA Singapura
-
Gaji Istri Lebih Besar, Apakah Adil Kendali Finansial Tetap di Suami?
-
4 Sepatu Under Armour Terbaik untuk Lari hingga Ngegym, Mulai Rp500 Ribuan
-
Memahami Sesar Naik Flores, Busur Raksasa di Balik Gempa 7,7 Hari Ini
-
UPH Festival 2026, Mahasiswa Baru Dibekali Cara Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan
-
KPK Dalami Pemberian dan Pengembalian Uang Pemkab Kuansing untuk Kemenhut
-
Gempa NTT: Alat Berat, Helikopter hingga Logistik Cadangan Lewotobi Dikerahkan
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
Kenapa Pakai Cushion Malah Beruntusan dan Bagaimana Cara Mengatasinya?