Suara.com - Kepolisian Jerman sedang menyelidiki lebih dari 140 kasus yang mendukung invasi Rusia ke Ukraina. Ada aksi pro-Rusia di Jerman yang melibatkan penggunaan simbol "Z" yang digunakan militer Rusia di Ukraina.
Polisi di beberapa negara bagian Jerman membuka penyelidikan atas aksi-aksi pro-Rusia yang belakangan digelar di beberapa kota di Jerman, antara lain karena "dukungan dan persetujuan” atas tindakan illegal Rusia di Ukraina, yang diduga telah melakukan kejahatan perang.
Lebih dari 140 investigasi telah diluncurkan, sebagian besar menyelidiki penggunaan simbol "Z" yang terlihat dalam beberapa aksi protes di Jerman. Simbol itu digunakan militer Rusia dalam invasi ke Ukraina dan dalam penyerangan terhadap warga sipil.
Beberapa negara bagian Jerman mengklasifikasikan penggunaan simbol itu sebagai dukungan atau persetujuan terhadap tindakan ilegal dan invasi militer. "Tampilan simbol-simbol ini di ranah publik sehubungan dengan invasi Rusia, akan memicu penyelidikan, ketika penggunaannya dalam konteks itu berarti dukungan untuk perang agresi Rusia," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri negara bagian Magdeburg.
Hanya simbol solidaritas? Kementerian Dalam Negeri Nordrhein-Westfalen (NRW), negara bagian terpadat di Jerman, telah membuka penyelidikan terhadap 37 kasus, antara lain karena tuduhan "persetujuan atas kejahatan perang".
"Dari jumlah itu, 22 investigasi menyelidiki penggunaan simbol Z sebagai tanda solidaritas dengan komandan militer Rusia," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri NRW kepada jaringan media dan jurnalis investigasi RND.
Pada akhir Maret lalu, parade mobil digelar dari kota Köln ke kota Bonn, bekas ibu kota Jerman, yang berakhir di tugu peringatan Uni Soviet di sebuah pekuburan lokal. Juru bicara kementerian juga mengatakan, kerusakan properti juga telah terjadi sehubungan dengan perang, dan penyelidik juga mengusut penggunaan simbol "Z" dalam kasus ini.
Penyelenggara protes pro-Rusia mengatakan, mereka tidak mendukung perang, tetapi memrotes diskriminasi terhadap penutur bahasa Rusia yang terjadi di Jerman sejak invasi Rusia. Kebebasan berbicara atau tindak pidana? Penyelidik di negara bagian Hamburg dan Sachsen-Anhalt juga mengambil tindakan, dengan membuka penyelidikan atas masing-masing 17 dan 19 kasus untuk pelanggaran pidana.
Di negara bagian Bayern, Kementerian Kehakiman tidak mengumumkan jumlah kasus yang sedang diselidiki. Tetapi Menteri Kehakiman Georg Eisenreich mengatakan, jaksa penuntut umum Bayern mengambil tindakan tegas terhadap orang-orang yang mendukung perang ilegal. Georg Eisenreich menegaskan, kebebasan berpendapat dilindungi dalam konstitusi Jerman.
Baca Juga: Ambil Sikap Tegas, Penyelenggara Larang Petenis Rusia Tampil di Wimbledon
"Setiap orang di Jerman dapat mengungkapkan pendapat mereka. Tetapi kebebasan berekspresi berakhir, di mana tindak pidana dimulai," katanya. Menteri kehakiman negara bagian Bayern itu menambahkan: "Kami tidak akan menerima persetujuan kejahatan terhadap hukum internasional." hp/as (dpa, epd, afp)
Berita Terkait
-
Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi
-
Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut
-
Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4