Suara.com - Mamat, warga Desa Padalarang, Kabupaten Bandung Barat ini mendapatkan banyak rezeki di tengah mudik Lebaran 2022. Ia meraup untung ratusan juta rupiah berkat jualan kartu e-Toll ke pengendara jalan yang sedang mudik.
Melansir Ayobandung.com -- jaringan Suara.com, Mamat mulai bekerja menjual kartu e-Toll sejak 7 hari sebelum Idul Fitri. Ia biasa mangkal di Simpang Padalarang untuk menjajakan kartu e-Toll kepada pemudik.
Adapun target pembelinya adalah pengendara yang lupa membawa kartu e-Toll atau sedang kehabisan saldo. Meski hanya profesi musiman, namun keuntungan yang didapat Mamat sangat menjanjikan.
Dalam sehari, ia bisa menjual 10-15 keping kartu e-Toll, dengan total keuntungan mencapai Rp 1 juta. Untuk saldo kartu e-Toll Rp 50 ribu, Mamat akan menjualnya seharga Rp 150 ribu.
"Saya jual yang isi Rp 50 ribu itu Rp 150 ribu. Harga segitu juga banyak pemudik yang cari, ada yang memang enggak punya ada juga yang enggak mau ribet isi ke minimarket," kata Mamat, Sabtu (30/4/2022).
Cara penjualannya pun juga cukup sederhana. Mamat hanya berdiri di Simpang Padalarang sambil mengacungkan tangannya yang memegang kartu e-Toll. Jika ada pemudik yang berhenti, ia akan menawarkan kartu itu.
Mamat mengatakan, penghasilan yang didapatnya bisa untuk berlebaran bersama keluarganya, mengingat mudik kali ini tidak ada larangan.
"Ya lumayan usaha buat tambah-tambah bekal lebaran. Bisa buat jajan anak sama istri juga. Lebaran sekarang kan lebih ramai karena boleh mudik," ungkapnya.
Nasibnya semakin beruntung karena tidak memiliki saingan yang ikut menjual kartu e-Toll bagi pemudik. Alhasil, penghasilan Mamat semakin mengalir deras di bulan Ramadhan.
Baca Juga: Dipastikan Berlebaran di Jogja, Presiden Jokowi Kemungkinan Laksanakan Salat Idulfitri di Lokasi Ini
Ide berjualan kartu e-Toll itu sendiri baru pertama kali ini dilakukan Mamat. Pasalnya, tahun lalu tidak ada mudik Lebaran akibat pandemi Covid-19.
"Di sini cuma saya saja yang jaul e-Toll, enggak ada yang lainnya. Kalau jualan ini (E-Toll) baru tahun ini, soalnya kan tahun kemarin enggak ada mudik," cerita Mamat.
Berita Terkait
-
Dipastikan Berlebaran di Jogja, Presiden Jokowi Kemungkinan Laksanakan Salat Idulfitri di Lokasi Ini
-
Lebaran, Fairuz A Rafiq dan Keluarga Siap Mudik Hingga Liburan ke Bali
-
H-1 Lebaran, Buruh di Jakarta Tetap Turun ke Jalan untuk Peringati May Day
-
Pria Ini Kehilangan Pacarnya di Pelabuhan saat Mudik, Petugas Umumkan Lewat Pengeras Suara
-
Penjualan Bungkus Ketupat di Sleman Hingga H-1 Lebaran Masih Sepi, Wagini: Masih Ramai Tahun Lalu Saat Pandemi
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
-
Media Asing: Donald Trump 'Permalukan' FIFA Sebelum Piala Dunia 2026 Dimulai
Terkini
-
Siap-siap! Polri Buka Peluang Lulusan Paket C Ikut Seleksi Anggota, Ini Alasannya
-
Roy Suryo Serang Balik! Polisikan Rismon Sianipar dan Lechumanan Terkait Keterangan Palsu dan Fitnah
-
Afiliasi Politik di Dapur MBG Jadi Sorotan, YLKI Desak BGN Buka Data Pengelola SPPG
-
Ortu Bongkar Fakta Horor Daycare Little Aresha, Anak Dipaksa Tidur di Lantai Hingga Alami PTSD Berat
-
Siswa Disabilitas SMAN 81 Jakarta Bobol Sistem Pertahanan Militer, Kini Dilirik Intelkam Polri
-
Rumor Pergantian Menkeu Menguat Usai Chatib Basri Bertemu Prabowo, Ini Kata Dasco
-
Jaksa Bongkar Niat Jahat Nadiem Makarim: Tak Hanya Rencana, Tapi Dieksekusi Sistematis
-
Polri Akui Sulit Penuhi Kuota 2 Persen Disabilitas: Butuh 9.000 Personel
-
Instruksi Ngeri Ketua Yayasan Daycare Little Aresha: Kalau Lari-larian Diikat Saja
-
Prof. Ikrar Soroti Biaya Perjalanan Luar Negeri Prabowo: Pakai Uang Pribadi Harus Tetap Diaudit BPK