Suara.com - Perilaku arogan pengguna jalan menjadi salah satu konten yang kerap meramaikan media sosial. Termasuk yang terlihat di unggahan akun Instagram @bekasi.terkini berikut ini.
Video tersebut diambil dari rekaman CCTV yang mengawasi Musala Al Istiqomah di Gang Mangseng 2 RT 001/RW 024, Kaliabang Tengah, Bekasi Utara pada tanggal 30 April 2022.
Rekaman kamera pengawas itu memperlihatkan bagian depan musala yang telah digelari karpet sajadah untuk keperluan salat tarawih berjemaah. Melihat jam kejadian yakni pukul 18.42 WIB, memang sesuai dengan peruntukan salat tarawih.
Hingga sebuah insiden tidak terduga terjadi. Pasalnya terlihat lampu sorot mobil di kamera tersebut, hingga tak lama setelahnya mobil tersebut melintas.
Namun yang membuat publik ikut geram tentu saja perangai si pengemudi yang melindas begitu saja karpet sajadah yang telah digelar pengurus musala.
Padahal ada dua orang pengemudi sepeda motor yang hendak lewat di jalan yang sama, dan mereka bisa berbaris tertib melintasi area yang tidak tertutup karpet sajadah.
Yang turut menjadi sorotan publik, pengemudi mobil itu nyatanya bisa turun dari kendaraannya untuk membuka portal yang melintang di ujung gang.
Hal ini memicu tanya publik, mengapa pengemudi mobil bisa turun membuka portal namun tidak menghubungi pengurus musala untuk menggulung sejenak karpet sajadah tersebut agar kendaraannya bisa lewat.
"Kejadian sebelum sholat tarawih. Pengendara mobil ga punya akhlak dan adab, sudah jelas-jelas digelar karpet sajadah buat tarawih dan di portal malah dilewatin begitu saja," tutur @bekasi.terkini, dikutip Suara.com pada Minggu (1/5/2022).
Baca Juga: Viral! Pria Ini Berbagi 4 Pose Foto dengan Saudara untuk Lebaran
Bahkan dari rekaman CCTV itu juga terlihat nomor polisi dari mobil yang dikendarai oleh pengemudi tersebut. Dilihat dari nomor polisinya, mobil tersebut tampaknya dikendarai oleh orang luar daerah Bekasi.
Tentu saja postingan ini membuat publik sangat geram lantaran alas untuk menunaikan ibadah salat malah dilindas begitu saja. Kecaman pun disampaikan banyak warganet, seperti dilihat di kolom komentar.
"Siap pantau plat nomer nya , thanks min," ujar warganet.
"Tangkepp aja biar malu.. kesel nyong....," komentar warganet.
"Orang mah gulung dulu, nanti baru lewat," kata warganet lain yang tidak habis pikir dengan perilaku pengemudi mobil tersebut.
"Kira-kira selamet ga ya di jalan," celetuk warganet.
Berita Terkait
-
Bentrok Geng Motor XTC dan Moonraker Dibubarkan TNI, Ini Kronologi Lengkapnya
-
Nyesek! Kakek Tua Tinggal Sendiri Diduga di Kompleks Pemakaman, Punya 4 Anak Tapi Tak Pernah Berkunjung
-
Viral! Pria Ini Berbagi 4 Pose Foto dengan Saudara untuk Lebaran
-
Gadis Ini Tunggu Kedatangan Teman Selama 2 Jam saat Bukber, Rela Datang Awal hingga Tata Makanan Berbuka di Meja
-
Viral Tipe-Tipe Santri saat Disuruh Khutbah Idul Fitri, Warganet yang Akhir
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Akankah Rocky Gerung Hadir? Polda Metro Tunggu Kedatangannya Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Jaga Marwah Non-Blok, Connie Ingatkan Presiden Tak Sembarang Bayar Iuran Dewan Perdamaian
-
Pura-pura Jadi Kurir Ekspedisi, Dua Pengedar Narkoba di Tangerang Tak Berkutik Diciduk Polisi
-
Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Minta Bos Maktour Tetap di Indonesia
-
Diperiksa KPK, Bos Maktour Tegaskan Pembagian Kuota Haji Wewenang Kemenag
-
KPK Endus Peran Kesthuri Jadi Pengepul Uang Travel Haji untuk Pejabat Kemenag
-
Hikmahanto Soroti Risiko Gabung Dewan Perdamaian: Iuran Rp16,9 T hingga Dominasi Trump
-
Pemulihan Listrik Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera Capai 99 Persen
-
Bantah Pertemuan Rahasia dengan Google, Nadiem: Saya Lebih Sering Ketemu Microsoft
-
Untung Rugi RI Masuk Dewan Perdamaian Trump: Bisa 'Jegal' Keputusan Kontroversial?