News / internasional
Farah Nabilla
Peta China. [James Coleman/Unsplash]

Suara.com - Pemerintah China kembali menutup akses aktivitas masyarakat dengan memberlakukan lockdown karena kasus Covid-19 yang kembali melonjak.

Hal ini sudah dilakukan oleh pemerintah daerah Shanghai selama 1 bulan terakhir dan membuat banyak aktivitas kembali dibatasi sehingga banyak masyarakat memprotes kebijakan ini. Sementara itu, daerah lain seperti Wuhan masih menunggu peraturan langsung dari pemerintah pusat.

Adapun beberapa fakta yang terjadi selama lockdown China ini. Simak beberapa faktanya.

1. Lonjakan kasus

Baca Juga: China Akan Berburu Bumi 2.0 Gunakan Teleskop Baru

Kasus penyebaran virus Covid-19 hingga tanggal 10 Mei 2022 mencapai 8 ribu kasus baru perhari nya. Angka yang cukup signifikan ini membuat pemerintah setempat mengeluarkan maklumat pemberlakuan lockdown di sejumlah daerah. 

2. Temuan varian baru

Tak bisa dipungkiri, adanya penyebaran virus secara masif ini menyebabkan ditemukannya kembali virus Covid-19 varian baru pada bulan Januari 2022 lalu, bernama "NeoCov". Varian ini juga memiliki gejala yang sama dengan Omicron, namun masih menjadi perhatian para peneliti dunia soal penyebaran dan mutasi genetik yang terjadi.

3. Bursa saham anjlok

Perekonomian masyarakat China yang harus dibatasi karena lockdown dan pemberlakuan akses khusus menyebabkan bursa saham di China menjadi anjlok. Pemerintah juga sudah melakukan banyak cara dalam menanggulangi hal ini, termasuk menindak masyarakat yang membuat provokasi atas permasalahan ekonomi yang terjadi akibat kebijakan "zero-Covid" di China ini. Indeks saham di China juga anjlok hingga -5% yang menyebabkan banyak saham lain ikut anjlok.

Baca Juga: Gara-gara Lockdown, Perempuan Shanghai Tinggal di Bilik Telepon Selama Sebulan!

4. Kegiatan ekspor impor terganggu

Komentar

terkini