Baerbock juga mengatakan bahwa Ukraina dapat menjadi anggota penuh Uni Eropa, tetapi "tidak ada jalan pintas".
Dia yakin bahwa negara itu akan diberikan "status kandidat yang jelas", tetapi seharusnya "tidak ada janji kosong" tentang apa yang terjadi setelah itu. Menlu Jerman itu juga mengumumkan bahwa negaranya di masa depan tidak akan lagi impor energi dari Rusia, yang dia gambarkan sebagai "agresor."
Jerman akan mengurangi ketergantungannya pada energi Rusia "menjadi nol - dan akan tetap seperti itu selamanya." Baerbock menyebut latihan militer gabungan akan dimulai dalam beberapa hari ke depan untuk membiasakan tentara Ukraina dengan howitzer lapis baja self-propelled yang akan dikirimkan Jerman bekerja sama dengan Belanda. Kuleba berterima kasih kepada Jerman atas dukungan tersebut.
Dia mengatakan masih ada isu yang dibahas antara Berlin dan Kyiv, tetapi dia yakin bahwa solusi dapat ditemukan untuk mereka semua.
Berbicara dengan Zelenskyy Kunjungan Baerbock bertepatan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Belanda Wopke Hoekstra, yang tiba di Ukraina tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Dengan Hoekstra, Baerbock mengadakan pembicaraan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Selasa (10/05) sore setelah berbicara dengan Kuleba.
"Saya tidak bisa menyampaikan betapa bahagianya saya berada di sini hari ini di Kyiv yang bebas," tulis Baerbock di Twitter, seraya berbagi gambar dia menjabat tangan Zelenskyy.
"Keberanian diperlukan di pihak Ukraina untuk memastikan ini bergerak. Pesan saya jelas: Ukraina dapat mengandalkan dukungan kami, tidak hanya secara militer, dan tidak hanya hari ini. Kami akan berada di sini hingga perang ini berakhir, ketika Vladimir Putin akan gagal memenuhi tujuannya, ketika Ukraina mulai merencanakan masa depannya yang bebas."
Jerman dan Belanda berkoordinasi erat untuk memberikan bantuan militer kepada Ukraina.
Baca Juga: Vladimir Putin Singgung Perang Ukraina dalam Pidato Hari Kemenangan
Juru bicara Hoekstra mengatakan negaranya akan "secara resmi" membuka kembali Kedutaan Besar Belanda di Kyiv, di mana beberapa staf kembali bekerja pada akhir April lalu.
Ketegangan diplomatik Kanselir Jerman Olaf Scholz sejauh ini menolak berkomentar terkait melakukan kunjungan ke Kyiv untuk bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Jalur diplomatik tampaknya telah diluruskan menyusul tersendatnya hubungan Berlin-Kyiv, setelah kepala negara Jerman dianggap dilecehkan oleh pemerintah Ukraina.
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier telah merencanakan kunjungan ke Kyiv dengan para pemimpin dari Polandia, Latvia, Estonia, dan Lituania pada pertengahan April lalu.
Namun, dia diberitahu untuk tidak datang. Penolakan tersebut diduga terkait dengan kebijakan detente Steinmeier terhadap Rusia ketika ia menjabat sebagai menteri luar negeri Jerman.
Setelah panggilan telepon antara Steinmeier dan Zelenskyy pada Kamis (08/05) lalu digambarkan oleh Presiden Ukraina sebagai "pembicaraan yang baik, konstruktif, penting," bagaimanapun, perselisihan itu tampaknya telah diselesaikan.
Menurut kantor Steinmeier, dia dan Scholz sekarang telah diundang ke Kyiv. ha/vlz (dpa, AFP, Reuters)
Berita Terkait
-
Babak Baru Tragedi Benhil: Polisi Bidik Agen dan Majikan Buntut PRT Tewas Terjun dari Lantai 4!
-
Gatot Nurmantyo dan Eks Panglima TNI Bahas Izin Lintas Udara, Menhan Sjafrie: Kepentingan Nasional
-
Acer Edu Summit 2026: Inovasi AI Ubah Cara Belajar, Ini Teknologi dan Strategi Pendidikan Masa Depan
-
Tak Cuma Outflow, Rebalancing MSCI Justru Bisa Picu Aksi Borong Saham
-
Arsenal dan Atletico Madrid Bersaing Rekrut Julian Brandt
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Sosok Majikan PRT Lompat di Benhil: Diduga Pengacara, Ponsel Korban Disebut Disita
-
Viral Keributan di KRL Jakarta - Bogor, Diduga Pelecehan: Ternyata Salah Paham karena Sesak
-
Batch I Magang Nasional Berakhir, Kemnaker Genjot Sertifikasi dan Penempatan Kerja
-
5 Fakta Wacana Indonesia Pajaki Kapal yang Melintas di Selat Malaka, Negara Tetangga Gusar
-
Ekspresi Trump Lihat Bocah Nyeker dan Tidur Santai di Ruang Oval, Anak Siapa Tuh?
-
Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol Dinilai Krusial Perbaiki Demokrasi
-
Israel Bersiap Lawan Iran Lagi, Menanti Restu dari AS
-
Dua Hari Berturut, Langit Kelapa Gading Tercemar Asap Kebakaran Sampah
-
Momen Saling Puji PM Thailand dengan Menlu China: Kamu Tampan, Kamu Juga!
-
DPR Murka, Debt Collector Gunakan Ambulans dan Damkar untuk Tagih Utang