Suara.com - Kepolisian Polres Kabupaten Karawang membuka identitas 7 orang meninggal dunia dalam kecelakaan maut Purwasari Karawang, Jawa Barat Minggu kemarin.
Polisi mengungkap kronologi peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan tujuh orang meninggal dan sepuluh orang lainnya luka-luka di jalan Purwasari, Karawang, Jawa Barat.
Untuk identitas korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan itu di antaranya Nunu Dwi Rahmawati (31), Fitri Safitri (25) dan Haikal P (31), ketiganya merupakan warga Purwasari Karawang.
Kemudian Aisyah Binti Aluk (29), Yayan Sopian (30) dan Budi Hartono (37), ketiganya adalah warga Kecamatan Klari Karawang.
Satu korban meninggal lainnya merupakan warga Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, yang bernama Ricky Rianto (36).
Keterangan dari pihak kepolisian setempat, enam korban yang meninggal di antaranya dibawa ke Rumah Sakit Karya Husada, dan satu korban meninggal lainnya dibawa ke Rumah Sakit Fikri.
"Sebelumnya kami telah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) kecelakaan yang terjadi pada Minggu (15/5) sore itu," kata Kasatlantas Polres Karawang AKP Laode Habibi Ade Jama saat dihubungi di Karawang, Senin.
Ia menyampaikan, sesuai dengan hasil olah TKP, diketahui kalau peristiwa kecelakaan terjadi saat sebuah mobil elf bernopol T-7556-DB melintasi jalan Purwasari Karawang, dari arah Karawang Kota menuju Cikampek.
Sesampainya di lokasi kejadian, mobil yang dikemudikan Deni Budiman itu secara tiba-tiba oleng ke sebelah kanan sampai menabrak median jalan dan menyeberang ke jalur berlawanan.
Baca Juga: Polisi Ungkap Hasil Olah TKP Kecelakaan Maut di Karawang
Kemudian mobil elf tersebut menabrak sebuah mobil pickup bernopol T-8493-DZ yang tengah melintas di jalur berlawanan.
Selanjutnya, mobil elf menabrak empat pengendara motor yang sedang melintas, di antaranya sepeda motor Yamaha Vino bernopol T-4850-PJ, Honda Beat nopol T-3105-HZ, Honda Scoopy nopol T-4577-SU, dan Honda Vario nopol T-2339-MM.
"Para pengendara sepeda motor yang tertabrak itu sedang melintas dari arah Cikampek menuju Karawang Kota," katanya.
Akibat peristiwa itu, tujuh orang meninggal dan sepuluh orang mengalami luka-luka. (Antara)
Berita Terkait
-
Kabar Duka, Ayah Jihoon TWS Meninggal Dunia
-
Meninggal di Tempat Pijat, Ayah Venna Melinda Ternyata Punya Riwayat Sakit Jantung
-
Prabowo Umumkan Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025
-
Prabowo Geleng-gelang Kepala: Bolak-balik Orang Datang Mau Nyogok Saya
-
Prabowo Agenda Panen Raya di Karawang, Zulhas dan Bobby Naik Motor
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Sikap Politik PDIP: Megawati Deklarasikan Jadi 'Kekuatan Penyeimbang', Bukan Oposisi
-
PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: Bertentangan dengan Putusan MK dan Semangat Reformasi
-
KPK Segera Periksa Eks Menag Yaqut dan Stafsusnya Terkait Korupsi Kuota Haji
-
Diperiksa 10 Jam, Petinggi PWNU Jakarta Bungkam Usai Dicecar KPK soal Korupsi Kuota Haji
-
KPK Periksa Petinggi PWNU Jakarta, Dalami Peran Biro Travel di Kasus Korupsi Haji
-
Kuasa Hukum Roy Suryo Sebut Kunjungan Eggi Sudjana ke Solo 'Bentuk Penyerahan Diri'
-
PDIP Kritik Pemotongan Anggaran Transfer, Desak Alokasi yang Adil untuk Daerah
-
PDIP Ingatkan Mandat Reformasi, Minta TNI Jauhi Politik Praktis dan Perkuat Industri Pertahanan
-
Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: PDIP Berdiri Paling Depan Jaga Hak Rakyat!
-
Cegah Bencana Ekologis, Rakernas I PDIP Desak Penegakan Hukum Lingkungan dan Penguatan Mitigasi