Suara.com - Protokol kesehatan wajib dilakukan sejak pandemi yang pertama kali diumumkan di Indonesia sejak Maret 2020. Banyak aturan berlaku, di antaranya ada pembatasan kegiatan, bahkan pemberlakuan pembelajaran, pengajaran, hingga pekerjaan jarak jauh atau daring membuat masyarakat harus cepat beradaptasi dan mengubah banyak metode kegiatan.
Namun, angin segar begitu jelas terasa ketika angka positif Covid-19 semakin menurun dan didukung dengan peraturan pemberian vaksin kepada kelompok umur tertentu sebagai tindak pencegahan dan pengobatan demi mempertahankan imunitas setiap insan di dunia.
Kemarin, (17/05/2022), Presiden RI Joko Widodo melalui kanal Youtube Sekretariat Kabinet memberikan pengumuman mengejutkan, yaitu peraturan pelonggaran penggunaan masker di Indonesia yang sudah memperbolehkan masyarakat untuk tidak menggunakan masker di ruang publik terbuka. Pernyataan pers ini membuat banyak masyarakat merespons positif keputusan pelonggaran penggunaan masker. Angka pemberian vaksin yang terus meningkat diiringi dengan angka penurunan penderita Covid-19 membuat pemerintah Indonesia optimis Indonesia sudah memasuki era tanpa pandemi lagi.
Sebelum Indonesia, beberapa negara lain juga sudah membuat peraturan pelonggaran masker bahkan di ruang tertutup sekalipun. Berikut deretan negara yang sudah bebaskan penggunaan masker sebelum Indonesia.
1. Denmark
Negara Denmark menjadi salah satu negara yang cepat memberikan kebebasan bagi masyarakatnya untuk tidak menggunakan masker di ruang publik. Walaupun kasus Covid-19 varian Omicron sempat melonjak di Denmark, namun fasilitas kesehatan di Denmark yang begitu canggih bisa menekan angka lonjakan tersebut dengan cepat. Tak perlu waktu begitu lama, Pemerintah Denmark pun mengumumkan peraturan bebas masker setelah berhasil melewati masa kritis kasus Covid-19 yang mencapai angka 50 ribuan kasus perhari pada tahun 2020 silam.
2. Amerika Serikat
Walaupun dicap sebagai negara adidaya, Amerika Serikat sempat menjadi salah satu negara di dunia dengan keterpurukan ekonomi dan kesehatan yang cukup tinggi ketika dilanda pandemi Covid-19. Namun dengan perkembangan teknologi disana, pada Mei 2021, Amerika Serikat mengumumkan pelonggaran penggunaan masker di ruang publik di seluruh penjuru negara bagian. Tak hanya itu, Amerika Serikat bahkan memberikan fasilitas berbagai jenis vaksin kepada warga negaranya secara gratis beserta dengan tes PCR gratis yang tersebar di banyak destinasi wisata di Amerika Serikat.
3. Yunani
Menyusul Amerika Serikat, pemerintah negara Yunani pada bulan Juni 2021 ikut mengumumkan tidak adanya kewajiban bagi masyarakat yang sudah mendapatkan dosis vaksin penuh 1 dan 2 untuk menggunakan masker di ruang publik. Penurunan angka penderita Covid-19 secara signifikan membuat pemerintah Yunani mengeluarkan peraturan ini.
4. Italia
Sempat menjadi negara pertama yang menemukan kasus Covid-19 dan mengalami berbagai gelombang Covid-19 dengan lonjakan kasus yang tinggi, Italia secara masif berhasil menekan angka penderita Covid-19 dengan berbagai metode, salah satunya menutup semua perbatasan antar negara dan menerapkan full lockdown selama beberapa bulan. Akhirnya, pada tanggal 28 Juni 2021, Menteri Kesehatan Italia saat itu, Roberto Speranza mengumumkan keputusan pemerintah untuk pembebasan masker bagi masyarakat Italia.
5. Korea Selatan
Korea Selatan menjadi salah satu negara di Asia pertama yang memperbolehkan masyarakatnya untuk tidak menggunakan masker di ruang publik. Angka vaksinasi masyarakat Korea Selatan yang mencapai lebih dari 70 persen dengan penyebaran hampir seluruh wilayah Korea Selatan membuat negara asal BTS ini memutuskan untuk melakukan pembebasan masker.
Beberapa negara lain seperti Hungaria, Spanyol, Perancis dan negara Eropa lain juga sudah mulai melonggarkan peraturan bebas masker ini.
Berita Terkait
-
Aturan Wajib Masker di Luar Ruangan Dihapus, Pakar Sarankan Ini Agar Covid-19 Tak Melonjak
-
Presiden Jokowi Longgarkan Aturan Pakai Masker, Ganjar: Di Luar Ruangan Tidak Apa-apa, Tapi Harus Sadar Melindungi Diri
-
Jokowi Perbolehkan Copot Masker di Luar Ruangan, Angin Segar untuk Pasar Modal
-
Meski Presiden Resmi Izinkan Buka Masker, Warganet Ungkap Ingin Tetap Pakai: Rasanya Kayak Buka Aurat
-
Jokowi Izinkan Tak Pakai Masker di Ruang Terbuka, Warganet: Tetap Mau Pakai, Hemat Gincu Kelihatan Ayu
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Tanggapan Mensos Soal Kematian Siswa SD di NTT: Ini Bukan Kasus Individual, Data Kita Bocor!
-
Di Forum Abu Dhabi, Megawati Paparkan Model Rekonsiliasi Damai Indonesia dan Kepemimpinan Perempuan
-
Megawati di Forum Abu Dhabi: Perempuan Tak Perlu Dilema Pilih Karier atau Keluarga
-
Kemenag Nilai Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, PRPP Jadi Lokasi Unggulan
-
Polda Bongkar Bukti CCTV! Pastikan Tak Ada Rekayasa BAP Kasus Penganiayaan di Polsek Cilandak
-
Beda Sikap Soal Ambang Batas Parlemen: Demokrat Masih Mengkaji, PAN Tegas Minta Dihapus
-
Perludem Soroti Dampak Ambang Batas Parlemen: 17 Juta Suara Terbuang dan Partai Tak Menyederhana
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Petir di Jakarta Barat
-
Mensos Gus Ipul Tekankan Penguatan Data untuk Lindungi Keluarga Rentan
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'