Suara.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri menyatakan bahwa pihaknya terus memburu buron koruptor termasuk Harun Masiku.
Menurutnya, sampai kapanpun para buron termasuk Harun Masiku tak akan tidur nyenyak karena tetap terus diburu KPK.
"Saya yakin sampai hari ini dia tidak bisa tidur nyenyak. Karena sampai kapan pun akan dicari oleh KPK hanya tunggu waktu dia pasti tertangkap," ujar Firli di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/5/2022).
Ungkapan Firli kemudian ditanggapi berbagai pihak, salah satunya aktivis anti korupsi sekaligus mantan penyidik KPK, Yudi Pramono Harahap.
Berbeda dengan pernyataan Firli, Yudi malah menyatakan sebaliknya. Ia menyebutkan bahwa sebagian buronan biasanya bersikap santai bahkan beraktivitas seperti biasa.
"Pengalaman sebagai penyidik, buronan santai kok bahkan bisa mimpin rapat perusahaannya," tulis Yudi pada akun Twitternya, Kamis (19/5/2022).
Menurut Yudi, justru para penyidik yang sering kali tak bisa tidur saat mencari buronan.
"Justru penyidik yang selalu kepikiran dan kerjakeras mencari buronan ini karena menjadi tanggungjawab tugas dan moral, saat itu kita cari kemana saja termasuk geledah tempat diduga persembunyian atau meriksa orang dekatnya," imbuhya.
Lebih lanjut, Yudi menyatakan para buronan terkesan santai karena menurut pengalamannya, masih ada yang berkebun bahkan tiggal di dekat penyidik.
Baca Juga: Ade Yasin Kena OTT KPK, Presiden Jokowi Minta Iwan Setiawan Maksimalkan Pelayanan
"Ketika ditangkap pun kondisi mereka santai, ketangkap ya sudah ketangkap, inti menangkap buronan adalah kerjasama tim, persisten, dan mau mencari," tulis Yudi lagi.
"Ini korupsi kejahatan tentang uang dan kewenangan jadi jangan bayangkan kehidupan koruptor yang buron selama pelariannya hidup susah, kebutuhan dasar misal tempat tinggal dan makan mereka terpenuhi," imbuhnya.
Harun Masiku sendiri adalah buronan kasus suap yang sudah dua tahun belum bisa ditangkap oleh KPK.
Eks Caleg PDI Perjuangan yang menjadi tersangka kasus suap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan tersebut masih bebas berkeliaran.
Berita Terkait
-
Hari Ini, KPK Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Suap Ade Yasin, Salah Satunya Kepala BPK Jabar
-
Buronan Korupsi Pengadaan Komputer di Toraja Utara Ditangkap Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan
-
Geledah Dua Lokasi, KPK Sita Dokumen Dan Catatan Penentuan Nilai Fee Proyek Di Kasus Suap Wali Kota Ambon
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin
-
Pengguna LRT Meningkat 26 Persen, Masyarakat Pindah dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum?