Suara.com - Ajang balap mobil listrik Formula E Jakarta 2022 akan diselenggarakan sebentar lagi, yakni pada 4 Juni 2022 mendatang. Segudang persiapan telah dilakukan oleh panitia penyelenggara hingga para pembalap siap berlaga di depan para penggemar balap Formula dalam negeri.
Seperti apa persiapan yang telah dilakukan para penyelenggara? Simak deretan persiapan Formula E Jakarta 2022 berikut.
Mobil Formula E mulai datang dan dikirim bertahap
Mobil listrik beserta perangkat-perangkat pentingnya yang akan berlaga di sirkuit telah mulai dikirim dan tiba di tangan penyelenggara acara sejak Minggu (22/5/2022).
Pengiriman tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga 24 Juni mendatang. Terhitung ada 22 mobil dari 11 tim yang dikirim.
"Hari ini kita menerima para pendukung mobil buat tanggal 4 Juni, bisa dilihat hari ini ada 15 truk, besok ada lagi sampai tanggal 24 Juni," ujar Ketua Panitia Pelaksana Formula E Jakarta, Ahmad Sahroni.
Mobil-mobil baru tersebut akan diperiksa sebelum siap dibuka di Jakarta International E-Prix Circuit atau JIEC Ancol, Jakarta Utara.
"Ini untuk ditaro, dicek lebih lanjut oleh custom. Habis itu setelah masuk semua baru kita unboxing sekitar tanggal 27 (Mei) di Ancol," lanjut Ahmad.
Mobil-mobil tersebut tidak dikirim secara utuh melainkan perbagian.
"Ini bukan utuh, jadi dibelah bodynya sendiri, ban sendiri, karena kalau penuh itu pasti penuh, susah, jadi dibelah-belah," terang Ahmad.
Mobil akan dibawa konvoi keliling Monas
Ahmad juga membeberkan bahwa mobil-mobil listrik yang akan berlaga tersebut akan dibawa konvoi keliling Monas.
"Tanggal 2 Juni kita ada kegiatan untuk foto session dan muter sedikit di dalam Monas beserta pembalap," lanjut Ahmad.
Akan adakan sesi foto pembalap pada 2 Juni
Tak hanya konvoi keliling, penyelenggara acara juga akan adakan sesi foto pembalap. Para pembalap yang akan berlaga dalam ajang balap mobil listrik tersebut akan datang mulai 28 Mei mendatang.
Berita Terkait
-
Mobil Formula E Jakarta Baru Datang dari Jerman, Belum Boleh Dibuka Hingga 27 Mei 2022 di Sirkuit Ancol
-
Kargo Tunggangan Balap Single Seater Formula E Sudah Tiba di Jakarta, Petugas Bea Cukai Lakukan Pemeriksaan
-
Ditutup 4 Juni Mendatang, Cuma Pemilik Tiket Formula E yang Bisa Masuk Ancol
-
Kenapa Kebanyakan Pembali Tiket Formula E Jakarta Orang Asing? Harga Mulai Rp 250 Ribu Hingga Rp 10 Juta
-
Pemprov DKI Mulai Seleksi Pedagang, 100 UMKM yang Lolos Boleh Jualan saat Formula E
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?