Suara.com - PM Jepang Fumio Kishida mengatakan, Presiden AS Joe Biden mendukung langkah Jepang untuk bergabung dengan Dewan Keamanan PBB. Desakan untuk mereformasi organ PBB paling berpengaruh itu belakangan kembali menguat.
Joe Biden menyambut keinginan Jepang memperkuat pertahanannya untuk menangkal ancaman Cina. Dalam lawatan pertamanya di Asia, Senin (23/5), Biden menjanjikan dukungan penuh AS kepada Jepang. Kedua negara berkomitmen untuk memperkuat kerjasama untuk melawan "perilaku provokatif Cina yang melanggar hukum internasional,” tulis Gedung Putih dalam pernyataannya.
Kishida sebelumnya mengklaim Biden mendukung keinginan Jepang menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB, seperti dilansir kantor berita NHK. "Aliansi AS dan Jepang sejak lama menjadi pondasi perdamaian dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik, dan Amerika Serikat tetap berkomitmen penuh terhadap pertahanan Jepang,” kata Biden sebelum bertemu Kishida di Istana Akasaka, Tokyo.
Lawatan Biden ke Jepang antara lain diniatkan untuk menghadiri pertemuan Quad, aliansi empat negara melawan Cina, Jepang, AS, India dan Australia.
Dalam kesempatan yang sama, dia juga mengusulkan perjanjian dagang, Kerangka Kerja Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF), bersama setidaknya 11 negara di Asia.
"Hal itu membuktikan bahwa Amerika Serikat akan memperkuat kehadirannya di kawasan Indo-Pasifik,” kata Kishida.
Lika-liku tuntutan reformasi DK PBB Wacana reformasi Dewan Keamanan PBB mulai dicetuskan pada awal 90an, setelah berakhirnya Perang Dingin.
Adalah kelompok G4, India, Jerman, Jepang dan Brasil yang paling getol melobi, agar keanggotaan organ yang dibentuk oleh lima negara pemenang Perang Dunia II itu diperbesar untuk melibatkan negara-negara di selatan.
Tanpa reformasi, Dewan Keamanan dikhawatirkan akan kehilangan legitimasi dan otoritas di mata anggota PBB, klaim Kementerian Luar Negeri Jerman.
Baca Juga: Anggota Tetap DK PBB Tegaskan Tak Ada yang Bisa Menang Perang Nuklir
Sejak 2005 silam, kelompok G4 giat mencari dukungan bagi proposal reformasi, yang antara lain menambah enam keanggotaan tetap, yakni dua untuk Asia dan Afrika, serta satu kursi untuk Eropa Barat dan Amerika Latin atau kawasan Karibia.
Proposal G4 juga membidik penambahan empat atau lima kursi keanggotaan tidak tetap yang juga dibagi dengan negara-negara berkembang.
Menurut charta PBB, langkah reformasi memiliki prosedur khusus yang melalui dua tahapan untuk diterima. Pada tahap pertama, proposal harus mendapat dukungan dua pertiga dari 193 negara anggota dalam Sidang Umum PBB.
Selanjutnya usulan itu harus diratifikasi oleh dua pertiga negara melalui prosedur di parlemen nasional. Tahapan kedua menyaratkan dukungan dari semua lima negara anggota tetap DK PBB untuk bisa diloloskan. Hingga kini, wacana reformasi tersebut masih terjegal oleh sikap beberapa negara anggota tetap, yang menilai hegemoninya di lembaga penting dunia itu akan terganggu. rzn/as (rtr,ap)
Berita Terkait
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Integrasi Usaha Properti dan Kuliner, Apakah Dukung Nilai Komersial dan Aktivasi Kawasan?
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Cara Bikin Tren Linimasa Google Maps yang Viral, Gratis Tanpa Instal Aplikasi
-
Malaysia Tercekik Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Udara di 21 Wilayah Tercemar Parah
-
El Nino Tekan Cadangan Air Waduk Sepaku, 13.273 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim
-
5 Rekomendasi Pelembap Mengandung Peptide untuk Kulit Kenyal, Cocok Dipakai Usia 40 Tahun
-
6 Cara Membuat Kue Bolu Kukus Mengembang Sempurna, Hanya Pakai Rice Cooker
-
5 Cleansing Oil Centella Asiatica yang Ampuh Bersihkan Pori dan Menenangkan
-
Makan Pecel Lele Pedasnya Bisa Berkurang, Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu/Kg
-
Insentif Rp3 Juta Dinilai Kurang Efektif Dorong Peralihan Motor Listrik
-
Sanksi Ekonomi AS Cengkeram 5 Sektor Vital Iran Demi Lumpuhkan Jalur Keuangan
-
Netflix Rilis Trailer The Gentlemen Season 2, Siap Tayang 3 September