Suara.com - Dua minggu lalu Presiden Indonesia Joko Widodo bersama pemimpin ASEAN lainnya mengunjungi Washington untuk bertemu Presiden Joe Biden dalam upayanya meminimalisir pengaruh China.
Namun, kunjungan Presiden Jokowi ke kota kecil Boca Chica di Texas lebih banyak menarik perhatian pubik Indonesia.
Di sana, Jokowi mengadakan pertemuan dengan pendiri Tesla dan Space X Elon Musk di kantor pusatnya. Presiden Jokowi diberikan tur pribadi oleh Elon Musk.
Jokowi memuji Musk dengan menyebutnya "super jenius", sementara Musk mengatakan ia "sangat tertarik" dengan masa depan Indonesia yang berpopulasi 270 juta orang.
Musk juga mengatakan Indonesia memancarkan "energi positif".
"Kami akan melihat, dari sudut pandang Tesla dan Space X, untuk mencoba melakukan beberapa kemitraan di Indonesia," katanya.
Indonesia, negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara, berupaya mengucurkan dana dalam upaya transisi global ke kendaraan listrik (EV) dengan berusaha memikat investasi asing dari orang-orang seperti Musk.
Nikel adalah komponen kunci sel baterai lithium-ion, yang digunakan di sebagian besar kendaraan listrik.
Kini, permintaan logam tersebut meningkat pesat.
Baca Juga: Tim Tesla Tinjau Nikel Indonesia di Morowali
Sumitomo Metal Mining, pabrik peleburan nikel terbesar di Jepang dan pemasok baterai lithium-ion Panasonic yang digunakan dalam kendaraan listrik Tesla, memperkirakan permintaan global untuk nikel akan meningkat sebesar 20 persen untuk tahun 2022 saja.
Menurut firma riset Wood Mackenzie, konsumsi nikel untuk baterai kendaraan listrik diproyeksikan meningkat 64 persen antara 2019 dan 2025.
Sama dengan Australia, Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, menurut badan pemerintah Amerika Survei Geologi Amerika (USGS).
USGS melaporkan bahwa produksi tambang di Indonesia meningkat 30 persen selama tahun 2021, dan dikaitkan dengan "pengoperasian berkelanjutan" proyek-proyek di seluruh bagian kepulauan.
Kunjungan Presiden Jokowi ke Space X merupakan kelanjutan pertemuan Musk dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.
Kepada kantor berita Reuters, pejabat Indonesia mengatakan pembicaraan tingkat kerja tentang investasi di industri nikel telah dilakukan.
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Mengenang Capt. Andy: Pilot Senior yang Gugur dalam Tugas, Sosok Loyal dengan Selera Humor Tinggi
-
Baru Tiba dari Luar Negeri, Prabowo Langsung Kumpulkan Menteri di Hambalang
-
Mayat Wanita Membusuk di Kali Pesanggrahan, Suami Histeris di TKP, Ada Apa?
-
Seskab Ungkap Percakapan Prabowo dan Zidane di Swiss, Bahas Rencana Besar?
-
Badan Geologi Ingatkan Longsor Susulan Masih Mengintai Cisarua, Ini Pemicunya
-
Percepatan Relokasi dan Tata Ruang Aman Jadi Fokus Mendagri Pascabencana
-
Langsung Ditelepon Prabowo, Menteri Trenggono Ungkap Kondisinya Usai Pingsan Saat Upacara
-
Bantah Tebang Pilih, Satgas Ungkap Proses di Balik Perintah Prabowo Sikat 28 Izin Perusahaan
-
Pengamat Nilai Pengacara Nadiem Tak Siap Hadapi Jaksa, Apa Alasannya?
-
Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Bela Istri dari Jambret di Sleman, Ini Kronologi Versi Polisi