News / Internasional
Selasa, 24 Mei 2022 | 14:07 WIB
Ilustrasi Australia (Pixabay/pattyjansen)

Ini lebih tinggi dari rata-rata nasional sebanyak 3,4%.

Perpidahan suara di Chisholm di Melbourne membuat caleg kelahiran Hong Kong Gladys Liu kalah dari caleg Partai Buruh Carina Garland.

Namun ini tidaklah terjadi semua tempat. Di daerah pemilihan Fowler di Sydney Barat, di mana 16% warga adalah keturunan Vietnam dan 11% keturunan China, terjadi perpindahan suara 16% dari Partai Buruh ke caleg independen Dai Le.

Daerah pemilihan Banks yang dipegang Partai Liberal di mana 16% warga adalah keturunan China dan Parramatta (12%) juga terjadi perpindahan suara ke Buruh walau pemenanganya tetap partai yang sama.

Daerah pemilihan Kooyong di Melbourne di mana 11% warga d sana adalah keturunan China, terjadi 10% perpindahan suara dari mantan bendahara negara Josh Frydenberg untuk kemenangan calon independen Dr Monique Ryan.

Daerah pemilihan Tangney di Australia Barat di mana 10% warga adalah keturunan Cina terjadi perpindahan suara besar sebanyak 11,9% bagi kemenangan Sam Lim dari Partai Buruh, mantan pelatih lumba-lumba kelahiran Malaysia keturunan China.

Apa masalah utama bagi pemilih keturunan China?

Bagi beberapa orang, faktor China menjadi penentu utama pilihan mereka.

Wang Zhengliang, yang tinggal di daerah pemilihan Kooyong di Melbourne pindah dari China ke Australia lebih dari 30 tahun lalu.

Wang seperti banyak warga lainnya di sana sebelumnya adalah pemilih Partai Liberal namun sekarang memilih calon independen.

Baca Juga: Kemenangan Caleg Partai Buruh Sam Lim Mengejutkan dalam Pemilu Australia

"Bukan karena mereka menyukai Dr Monique, tetapi karena mereka khawatir adanya konflik militer dengan China," katanya.

"Ini dilema yang dihadapi."

"China begitu jauhnya melempar batu ke arah China tidak akan sampai melewati Lautan Pasifik, namun bisa berakhir mrengenai kepala kita warga China di Australia."

Beberapa pemilih lain seperti Huiling Chen di daerah pemilihan Tangney menginginkan adanya perubahan.

"Sebagai bagian dari komunitas China di Australia, saya kira sudah waktunya ada anggota parlemen dari latar belakang etnis yang beragam di parlemen dan lebih banyak warga China Australia membuat suara mereka terdengar di politik,"katanya.

"Saya benar-benar berharap kita akan berdiri teguh dan terus bertahan seterusnya."

Elian, yang keturunan China dan dilahirkan di Australia memberikan suara di daerah pemilihan Chisholm di Melbourne.

"Karena begitu ketat, setiap suara sangat berpengaruh," katanya,

"Saya kira kita memerlukan perubahan pemerintahan."

Dia mengatakan masalah penting baginya adalah perubahan iklim dan pendidikan.

Namun Emily Sun yang juga tinggal di Chisholm merasa kecewa dengan hasil pemilu.

"Saya khawatir dengan masa depan Australia. Saya bisa dengan jelas merasa Australia berpaling ke kiri, dan perubahan iklim menjadi  isu utama."

"Visinya sudah bagus namun siapa yang akan membiayai semua ini setelah Australia baru saja keluar dari pandemi? Ini sama saja seperti mengharapkan seseorang yang baru sembuh dari sakit parah untuk berlari di treadmill yang kencang."

Namun dia menambahkan bahwa sekarang waktunya untuk bersatu bukan terpecah belah.

Jieh-Yung Lo, direktur Pusat Kepemimpinan Asia Australia di Australian National University Canberra mengatakan bahwa walau warga China Australia melihat masalah yang sama seperti kebanyakan warga Australia lainnya seperti biaya hidup, ekonomi, pendidikan dan kesehatan, hasil pemilu menunjukkan bahwa 'kebijakan luar negeri adalah masalah dalam negeri juga."

"Kita melihat perubahan dukungan terhadap pemerintahan Morrison oleh warga China Australia yang mengkhawatirkan hubungan kita dengan China, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemerintah dan pembuat kebijakan menangani hubungan ini," katanya.

"Banyak di antara kita memiliki hubungan keluarga di China, jadi bila pemerintah tidak bisa membina hubungan ini dengan baik, kita lah yang menjadi pihak pertama yang menderita."

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News 

Load More