Ini lebih tinggi dari rata-rata nasional sebanyak 3,4%.
Perpidahan suara di Chisholm di Melbourne membuat caleg kelahiran Hong Kong Gladys Liu kalah dari caleg Partai Buruh Carina Garland.
Namun ini tidaklah terjadi semua tempat. Di daerah pemilihan Fowler di Sydney Barat, di mana 16% warga adalah keturunan Vietnam dan 11% keturunan China, terjadi perpindahan suara 16% dari Partai Buruh ke caleg independen Dai Le.
Daerah pemilihan Banks yang dipegang Partai Liberal di mana 16% warga adalah keturunan China dan Parramatta (12%) juga terjadi perpindahan suara ke Buruh walau pemenanganya tetap partai yang sama.
Daerah pemilihan Kooyong di Melbourne di mana 11% warga d sana adalah keturunan China, terjadi 10% perpindahan suara dari mantan bendahara negara Josh Frydenberg untuk kemenangan calon independen Dr Monique Ryan.
Daerah pemilihan Tangney di Australia Barat di mana 10% warga adalah keturunan Cina terjadi perpindahan suara besar sebanyak 11,9% bagi kemenangan Sam Lim dari Partai Buruh, mantan pelatih lumba-lumba kelahiran Malaysia keturunan China.
Apa masalah utama bagi pemilih keturunan China?
Bagi beberapa orang, faktor China menjadi penentu utama pilihan mereka.
Wang Zhengliang, yang tinggal di daerah pemilihan Kooyong di Melbourne pindah dari China ke Australia lebih dari 30 tahun lalu.
Wang seperti banyak warga lainnya di sana sebelumnya adalah pemilih Partai Liberal namun sekarang memilih calon independen.
Baca Juga: Kemenangan Caleg Partai Buruh Sam Lim Mengejutkan dalam Pemilu Australia
"Bukan karena mereka menyukai Dr Monique, tetapi karena mereka khawatir adanya konflik militer dengan China," katanya.
"Ini dilema yang dihadapi."
"China begitu jauhnya melempar batu ke arah China tidak akan sampai melewati Lautan Pasifik, namun bisa berakhir mrengenai kepala kita warga China di Australia."
Beberapa pemilih lain seperti Huiling Chen di daerah pemilihan Tangney menginginkan adanya perubahan.
"Sebagai bagian dari komunitas China di Australia, saya kira sudah waktunya ada anggota parlemen dari latar belakang etnis yang beragam di parlemen dan lebih banyak warga China Australia membuat suara mereka terdengar di politik,"katanya.
"Saya benar-benar berharap kita akan berdiri teguh dan terus bertahan seterusnya."
Elian, yang keturunan China dan dilahirkan di Australia memberikan suara di daerah pemilihan Chisholm di Melbourne.
"Karena begitu ketat, setiap suara sangat berpengaruh," katanya,
"Saya kira kita memerlukan perubahan pemerintahan."
Dia mengatakan masalah penting baginya adalah perubahan iklim dan pendidikan.
Namun Emily Sun yang juga tinggal di Chisholm merasa kecewa dengan hasil pemilu.
"Saya khawatir dengan masa depan Australia. Saya bisa dengan jelas merasa Australia berpaling ke kiri, dan perubahan iklim menjadi isu utama."
"Visinya sudah bagus namun siapa yang akan membiayai semua ini setelah Australia baru saja keluar dari pandemi? Ini sama saja seperti mengharapkan seseorang yang baru sembuh dari sakit parah untuk berlari di treadmill yang kencang."
Namun dia menambahkan bahwa sekarang waktunya untuk bersatu bukan terpecah belah.
Jieh-Yung Lo, direktur Pusat Kepemimpinan Asia Australia di Australian National University Canberra mengatakan bahwa walau warga China Australia melihat masalah yang sama seperti kebanyakan warga Australia lainnya seperti biaya hidup, ekonomi, pendidikan dan kesehatan, hasil pemilu menunjukkan bahwa 'kebijakan luar negeri adalah masalah dalam negeri juga."
"Kita melihat perubahan dukungan terhadap pemerintahan Morrison oleh warga China Australia yang mengkhawatirkan hubungan kita dengan China, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemerintah dan pembuat kebijakan menangani hubungan ini," katanya.
"Banyak di antara kita memiliki hubungan keluarga di China, jadi bila pemerintah tidak bisa membina hubungan ini dengan baik, kita lah yang menjadi pihak pertama yang menderita."
Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News
Berita Terkait
-
Jangan Anggap Remeh, Ini 5 Fakta Ruam Popok yang Sering Diabaikan Orang Tua
-
Regenesis Gelar Selflove Warriors 2026 untuk Dukung Penyandang Vitiligo
-
Kawasan Matang Jadi Daya Tarik Baru Pasar Properti di Tengah Melambatnya Penjualan Rumah
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi
-
Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun
-
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?
-
Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
-
Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan
-
Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?
-
Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%
-
Momen Febrie Adriansyah Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
The Da Vinci Code: Misteri, Simbol, dan Sejarah yang Memancing Rasa Penasaran
-
Heboh Kasus Pencabulan Anak SD Yatim Piatu di Sumut, Guru ASN Wajib Disanksi Berat jika Terbukti