Suara.com - Salvador Ramos menjadi sosok yang banyak dibicarakan usai memberondong penghuni Sekolah Dasar (SD) Robb, Uvalde, Texas, Amerika Serikat dengan tembakan membabi buta. Sebanyak 21 orang tewas, mayoritas di antaranya anak-anak. Penembakan massal itu menjadi salah satu peristiwa paling tragis di AS dalam satu dekade terakhir.
Berikut ini sejumlah fakta Salvador Ramos, pelaku penembakan yang akhirnya mati setelah ditembak tak lama setelah kejadian.
1. Masih Sekolah
Salvador Ramos masih berusia cukup muda, 18 tahun. Dia menimba ilmu di SMA yang berjarak 135 kilometer dari rumahnya. Ramos sendiri merupakan penduduk Uvalde, kota kecil berpopulasi 16.000 jiwa di Texas selatan. Mayoritas warga di sana keturunan latin.
2. Kerja di Restoran Cepat Saji
Ramos diketahui bekerja paruh waktu di restoran cepat saji Wendy's sejak Februari 2022. Ia biasa bekerja di siang hari dengan shift kerja mulai pukul 11.00 hingga 17.00 waktu setempat.
3. Sosok Pendiam Tapi Keras
Sosok Salvador Ramos di mata mantan rekan kerja di sebuah restoran siap saji, dikenal pendiam. Tapi pernah satu kali Salvador Ramos malah menunjukan sikap keras.
Banyak orang yang mengenal Salvador Ramos mempunyai sikap agresif. Paling tidak itu kata seorang wanita mantan rekan kerja Salvador Ramos di Wendy's hingga Maret 2022..
4. Punya Sikap Agresif
Di balik sosoknya yang tak banyak bicara, Salvador menyimpan sikap agresif. Hal itu menurut pengakuan seorang perempuan mantan rekan kerja Salvador di Wendy’s hingga Maret 2022. Menurut dia, Salvador bisa sangat kasar pada orang-orang di sekitarnya.
“Dia kadang-kadang akan sangat kasar terhadap gadis-gadis itu, dan salah satu juru masak, mengancam mereka dengan bertanya, 'Apakah Anda tahu siapa saya?' Dia juga akan mengirim SMS yang tidak pantas kepada para wanita,” kata mantan rekan kerja yang tidak ingin namanya disebutkan.
5. Beli Senjata saat Ulang Tahun
Salvador Ramos diketahui membeli senjata tepat ketika ia merayakan ulang tahun ke-18. Ramos diduga menggunakan senapan AR-15 dan satu pistol saat insiden berdarah di sekolah dasar tersebut.
6. Tembak Nenek Sendiri
Berita Terkait
-
Kecam Penembakan SD di Texas, NBA Sampaikan Dukacita
-
Ngeri, Ini Deretan Penembakan yang Terjadi di Sekolah AS Sepanjang 2022
-
Kasus Penembakan di Amerika Serikat Kian Suram
-
Mengerikan Detik-detik Salvador Ramos Tembak Siswa di SD Texas: Siapa Pun yang Menghalangi, Dia Menembak
-
Penembakan Di SD Texas Tewaskan 21 Orang, Presiden Biden: Ini Pembantaian
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Donald Trump Makin Berani! Ketua The Fed Jerome Powell Dihadapkan Kasus Kriminal
-
Gegara Bobby Nasution Tak Dipanggil, Boyamin MAKI Temui Dewas KPK Bawa Bukti Rekaman Sidang
-
PDIP Desak Reformasi Total Polri: Hapus Dwifungsi dan Perkuat Pengawasan Eksternal
-
Tutup Rakernas I, PDIP Resmi Tegaskan Posisinya Sebagai Partai Penyeimbang: Kawal Pemerintahan
-
Permohonan RJ Eggi Sudjana Masuk, Polda Metro Tunggu Kesepakatan Pelapor di Kasus Ijazah Jokowi
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Tegaskan Kedaulatan NKRI dan Tolak Intervensi Asing atas Venezuela
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Desak Pilkada Tetap Langsung Dipilih Rakyat, Usul Ada E-voting
-
Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Teror DJ Donny dan Influencer, Kapan Pelaku Ditangkap?
-
Ketua KONI Ponorogo Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Bupati Nonaktif Sugiri Sancoko
-
Libatkan Ahli, Polisi Bedah Batas Kebebasan Berekspresi dalam Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono