Suara.com - Mendorong konsistensi peningkatan ekspor produk dalam negeri, Bea Cukai terus melakukan upaya bersama dengan berbagai pihak. Bea Cukai berperan sebagai inisiator logistik dengan mempertemukan penyedia jasa logistik, eksportir, dan beberapa instansi pemerintah terkait. Hasilnya, Bea Cukai kali ini berhasil mengantarkan ekspor dari Balikpapan dan Kudus ke mancanegara.
Minggu (22/5//2022), Bea Cukai bersama Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kota Balikpapan, Pemerintah Daerah, PT Angkasa Pura I, dan PT Angkasa Pura Logistics berhasil melepas secara resmi direct call ekspor marine product kepiting bakau. Pelepasan kali ini turut dihadiri oleh Perwakilan Gubernur Kalimantan Timur dan Walikota Balikpapan. Selain sebagai alternatif ekspor akibat lockdown, jalur direct ekspor ini merupakan rute baru yang dapat digunakan sebagai peleberan sayap ekspor komoditi kepiting hidup menuju negara China, sehingga pengusaha memiliki banyak opsi jalur ekspor yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing.
“Proses ekspor ke Shanghai, Cina sebelumnya kurang efektif, yaitu sekitar 20-24 jam perjalanan karena melalui proses transit di Jakarta, saat ini ekspor menjadi lebih singkat dengan hanya memakan waktu tempuh perjalanan sekitar 6 jam perjalanan dengan rute direct Balikpapan–Shenzhen. Dengan hal tersebut, minim kekhawatiran eksportir terhadap kualitas kepiting,” ujar Hatta Wardhana, Kasubdit Humas dan Penyuluhan Bea Cukai.
Pimpinan CV Tiga A, Sumaryono, selaku salah satu eksportir di bidang usaha marine product menjelaskan bahwa dengan adanya dukungan dari sektor pemerintahan, ekspor produk perikanan khususnya kepiting hidup di Balikpapan dapat terus berjalan secara konsisten.
“Berdasarkan data yang didapatkan, total devisa ekspor produk kepiting hidup tahun 2021 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020, yaitu sebesar 13,273 miliar rupiah, menjadi 163,077 miliar rupiah, volume netto pun meningkat 601 persen, atau sebesar 1.362 ton yang sebelumnya 195 ton,”jelas Hatta.
Sementara itu, Bea Cukai Kudus berhasil melepas ekspor perdana produk hasil tembakau milik PT Galih Jati Sakti ke Filipina dan Malaysia. Keberhasilan ekspor PT Galih Jati Sakti Kudus sangat patut diapresiasi karena selain menambah devisa, pelaksanaan ekspor perdana ini juga mendukung program pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
“Sebagai institusi yang diamanahi tugas dan fungsi di bidang kepabeanan dan cukai, Bea Cukai siap menjadi mitra kerja para pelaku usaha, dan menerima setiap masukan. Selain itu kami akan berkomitmen dan terus membantu menyelesaikan setiap kendala yang dihadapi para pengguna jasa kepabeanan dan cukai untuk meningkatkan kualitas produknya hingga ekspor,” pungkas Hatta.
Berita Terkait
-
Pertama Dalam Sejarah, Pemerintah Bakal Audit Semua Perusahaan Kelapa Sawit
-
Singgung Kehadiran Negara, Anggota DPR Minta Harga CPO Tak Dilepas ke Mekanisme Pasar
-
Tingkatkan Sinergi Antar Instansi, Kantor Bea Cukai Yogyakarta Gelar Coffee Morning Bersama Komunitas Bandara YIA
-
Adanya Direct Call di Bandara Sepinggan Disebut Bisa Tingkatkan Ekspor Kota Minyak, Kok Bisa?
-
Di Tengah Pandemi, Penjualan Sekar Bumi pada 2021 Naik Signifikan Berkat Ekspor Udang
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
2 Pilihan Kulkas Mini Polytron 50 Liter, Hemat Listrik dan Pas untuk Ruang Sempit
-
Hibah Rp800 Juta untuk DWP Tangsel Disorot, Dasar Hukum Pencairan Anggaran Dipertanyakan
-
The First Responders Season 2 dan Pertarungan Otak Melawan Dalang Kejahatan
-
12 Hari Hilang, Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Tewas dalam Sumur Berisi Kobra Jawa
-
BRI Perkuat Ekosistem UMKM Desa Brilian Hargobinangun Sleman
-
Dorong UMKM Tumbuh Berkelanjutan, BRI Peduli Perkuat Ekonomi Lokal Desa Brilian Hargobinangun
-
Revisi Buku Ajar atau Nasib Guru, Mana Prioritas Pendidikan Nasional?
-
Megawati Geram Disebut Oposisi: Buzzer Itu Goblok, Nggak Pernah Baca!
-
BRI Peduli Dampingi UMKM Desa Brilian Hargobinangun agar Makin Berdaya dan Naik Kelas
-
4 Serum Salicylic Acid Mengandung Centella Asiatica untuk Jerawat dan Bruntusan