Suara.com - Petugas penyelamat yang menyisir lereng gunung di Nepal pada Senin (30/5) menemukan jenazah dari 21 penumpang dari pesawat yang jatuh sehari sebelumnya, kata pejabat. Jumlah penumpang seluruhnya adalah 22 orang.
Pencarian diteruskan untuk mencari satu orang lagi, kata juru bicara bandara Kathmandu Tek Nath Sitaula.
Usaha pencarian ini tertunda karena beberapa jenazah terjepit di bawah reruntuhan pesawat. Petugas kesulitan menyingkirkan kepingan logam akibat tidak ada perlengkapan yang memadai.
Foto udara dari lokasi kecelakaan memperlihatkan kepingan pesawat tersebar di atas batu karang dan lumut pada sisi tebing gunung.
Pesawat berbaling-baling Twin Otter milik Tara Air itu kehilangan kontak dengan menara bandara pada Minggu ketika melakukan penerbangan 20 menit yang dijadwalkan di sebuah daerah yang diliputi jurang dalam dan puncak gunung.
Kerabat menunggu seharian di bandara untuk memperoleh berita tentang nasib keluarga mereka.
Menurut pihak militer Nepal pesawat itu jatuh di Sanosware di distrik Mustang dekat kota pegunungan Jomsom, yang merupakan tujuannya setelah lepas landas dari kota peristirahatan Pokhara, 200 kilometer barat dari Kathmandu. (Sumber: VOA)
Berita Terkait
-
Bawa 22 Penumpang, Pesawat Tara Airlines Hilang Di Pegunungan Himalaya
-
Timnas Indonesia Gabung Garup Neraka, Ini Syarat Lolos ke Piala Asia 2023
-
Timnas Indonesia Punya Kans Besar Lolos Kualifikasi Piala Asia 2023, Nepal Konflik Internal dan Tanpa Rohit Chand
-
Ngeri! Pesawat Di Haiti Jatuh Di Tengah Jalan Ramai, 6 Orang Tewas
-
Insiden Pesawat Jatuh di Jalanan Ramai, Beredar Video di WhatsApp Tampakkan Puing-puing
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Bukan Pak Ogah, Polisi Ungkap Dalang di Balik Rantai Viral Exit Tol Rawa Buaya
-
Mahfud MD Sebut Kapolri Akui Rekrutmen Polri Ada Titipan: Dibuat Kuota Khusus untuk Masukkan Orang
-
Fakta Penting Stunting dan Upaya Nyata Mengatasinya
-
RUU Disinformasi Masih Wacana, Mensesneg Sebut untuk Pertanggungjawaban Platform Digital
-
KPK Bantah Lindungi Bos Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Rieke 'Oneng' Desak Negara Serius Tangani Isu Child Grooming, Singgung E-Book Aurelie Moeremans
-
Sidang Gugatan Ucapan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 98: Psikolog UI Ditegur Hakim karena Minum
-
BK DPR Ungkap Jantung RUU Perampasan Aset: Aset Rp 1 Miliar Bisa Disita
-
Bukan Hanya Nadiem, Ini Alasan Kejaksaan Sering Minta Bantuan TNI untuk Pengamanan Kasus Korupsi
-
Berani Lawan Arus Sendirian, Mampukah PDIP Jegal Wacana Pilkada via DPRD di Parlemen?