Suara.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan penyebab tanggal kedaluwarsa vaksin Covid-19 dari hasil hibah negara-negara maju lebih cepat ketimbang vaksin yang dibeli oleh pemerintah.
Menurutnya, vaksin Covid-19 hasil hibah tersebut memang hasil pembelian dini dari negara-negara maju.
Budi mengatakan vaksin hasil hibah atau donasi itu umumnya merupakan stok lama yang dimiliki oleh negara-negara maju. Stok lama yang dimaksud itu adalah vaksin Covid-19 yang sudah dibeli lebih terdahulu oleh negara-negara maju.
"Jadi negara-negara maju pada saat vaksin tersedia dia akan belinya duluan, karena mereka memiliki akses dan uang untuk ke sana," kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (31/5/2022).
Disaat memiliki stok vaksin yang banyak, negara-negara maju itu sadar tidak seluruhnya bakal disuntikan kepada warga. Lantaran khawatir akan kedaluwarsa sebelum digunakan, maka negara-negara maju memutuskan untuk mendonasikan ke negara-negara yang diperlukan.
Afrika menjadi target utama dari negara-negara maju untuk melakukan hibah vaksin Covid-19 karena dianggap yang paling membutuhkan. Namun, karena laju vaksinasi di sana juga lambat, maka negara-negara maju memutuskan untuk hibah ke Indonesia.
Indonesia sendiri pada saat itu melakukan vaksinasi secara masif. Di mana menurut Budi, Indonesia pernah mencapai 2,5 juta suntik vaksin Covid-19 per hari.
"Nah, dialihkan ke kita rata-rata expired datenya pendek antara 1 sampai 3 bulan," tuturnya.
Meskipun jarak menuju kedaluwarsanya pendek, Indonesia tetap menerima hibahan tersebut lantaran membutuhkannya. Lagipula vaksin Covid-19 tersebut diberikan secara gratis dan memiliki kualitas baik.
Baca Juga: Menkes Budi Tegaskan Vaksin Covid-19 Yang Kedaluwarsa Hasil Hibah, Bukan Beli
"Itu penyebabnya memang kenapa expired karena jangka waktu expired datenya sudah tinggal 1 sampai 3 bulan terutama vaksin-vaksin donasi."
Berita Terkait
-
Indonesia Terima 50 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Hibah dari Negara Maju Hingga Akhir Tahun 2022
-
Menkes Budi Tegaskan Vaksin Covid-19 Yang Kedaluwarsa Hasil Hibah, Bukan Beli
-
Cuma Penuhi Gudang, Jokowi Instruksikan Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa Segera Dimusnahkan
-
Menkes Bakal Musnahkan Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa
-
Aliansi Alim Ulama Jakarta Desak Kemenkes Patuhi Putusan MA Soal Vaksin Halal
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
-
Resmi Ditahan, Yaqut Diduga Terima Fee dari Jemaah Daftar Bisa Langsung Berangkat Haji
-
Resmi Ditahan, Gus Yaqut Lebaran di Rutan KPK
-
Banser Bakar Baju Usai Gus Yaqut Pakai Rompi Oranye Tahanan: KPK Zhalim!
-
Usai Diperiksa dalam Kasus Haji, Gus Yaqut Ditahan KPK dan Tutupi Borgol Pakai Buku
Terkini
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: ASIsrael Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan
-
KPK Ungkap Akal-akalan Gus Yaqut Bagi Kuota Haji Tambahan 50:50 Persen
-
Dua Tanker Diledakkan, Iran Kirim Ultimatum: Harga Minyak Akan Melonjak Brutal!
-
Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman: Investasi Masa Depan untuk Putus Rantai Kemiskinan
-
Dubai Diguncang Drone Iran! Eks Bos Leeds United Sebut Pemerintah UEA Sensor Ketat
-
Peringati Hari Wanita Sedunia, Mahasiswi di Aksi Kamisan: Perempuan Masih di Hierarki Terbawah
-
Data Dukcapil: Junaidi dan Nur Hayati Jadi Nama Paling Banyak Dipakai di Indonesia
-
BPKH Salurkan 108.075 Paket Sembako Ramadan 2026, Cek Sebaran Wilayahnya