Suara.com - Seorang sopir mobil pikap menantang Polisi Lalu Lintas (Polantas) untuk beradu jotos karena ditilang.
Melansir dari akun Instagram @andreli_48, sopir tersebut marah dan menganggap bahwa tilangan tersebut ilegal.
“Ini bukan waktunya operasi. Kalau saya diberhentikan, kenapa yang lain tidak,” ujar pria tersebut.
Menurut informasi, mobil pikap tersebut memuat sapi namun saat dihentikan ternyata tak memiliki surat seperti STNK dan SIM.
Mobil diberhentikan karena pihak kepolisian tengahmenggelar operasi Penyakit Mulut dan Kuku-kuku (PMK) pada hewan ternak.
Pada video tersebut, si supir menunjuk-nunjuk polisi dan menanyakan apa kesalahannya. Ia juga meminta bukti surat tilang dari polisi.
"Kamu endak punya SIM," ujar polisi.
Polisi tersebut juga sempat menunjukkan surat tilang untuk menunjukkan bukti operasi lalu lintas.
Video tersebut sontak mengundang berbagai respons dari warganet.
Baca Juga: Lakukan Perlawanan, Anggota Geng Motor Ditembak Polisi di Bandung
"Bentar lagi juga ketangkep, wajahnya udah viral," komentar warganet.
"Merasa jagoan, selain merasa temannya banyak, juga jaga gengsi, sok berani kan karena di kandangnya, paling juga sebentar lagi ampun ampun minta maaf," tambah warganet lain.
"Salah ya ngaku aja salah, malah bikin ulah, otaknya enggak genah," tulis warganet di kolom komentar.
"Paling nanti berujung klarifikasi dan materai," timpal lainnya.
Berakhir Diamankan Polisi
Usai viral di media sosial, Polres Bondowoso akhirnya meringkus sopir pikap yang menantang duel polisi dan melanggar lalu lintas.
Berita Terkait
-
5 Aksi Tren TikTok Remaja Hadang Truk Tantang Malaikat Maut, Ada yang Tewas
-
Sindir Wenny Ariani, Farida Nurhan: Anak itu Tidak Minta Dilahirkan
-
Kocak Waria Naik Sepeda Dikejar Anjing 'Baju Merah Jangan Sampai Lolos'
-
Lakukan Perlawanan, Anggota Geng Motor Ditembak Polisi di Bandung
-
Viral Emak-emak Masuk ke Rumah Warga Tanpa Izin, Ngaku Malaikat
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih