Suara.com - Belakangan ini Stasiun Gambir jadi perbincangan karena dikabarkan akan dipensiunkan melayani perjalanan jarak jauh. Kabarnya Stasiun Gambir yang pada awalnya melayani Kereta Api jarak jauh akan digantikan oleh Stasiun Manggarai yang dijadikan sebagai stasiun sentral di Jakarta ketika proses revitalisasinya selesai.
Akan tetapi, KAI telah membantah bahwa Stasiun Gambir telah pensiun. Stasiun Gambir masih tetap melayani perjalanan kereta api jarak jauh.
Terlepas dari kabar itu, Stasiun Gambir punya sejarah panjang sejak berdiri pada 1846 silam serta beberapa fakta menarik yang tersimpan di dalamnya. Yuk simak fakta menarik Stasiun Gambir berikut ini.
1. Berasal Dari Tanah Rawa
Stasiun Gambir awalnya merupakan tanah rawa milik Anthony Paviljoen. Kemudian pada 1697, tanah rawa itu dibeli oleh Cornelis Chastelein lalu dibangun sebuah rumah dengan dilengkapi dua kincir sebagai penggiling tebu. Pada tahun 1871, bangunan itu diubah menjadi sebuah halte Koningspelin alias halte lapangan raja.
Namun halte itu diubah lagi menjadi Stasiun Weltevreden dan dibuka pada 4 Oktober 1984. Dari sinilah awal cerita kawasan Gambir jadi salah satu perlintasan kereta. Sejak saat itu hingga tahun 1906, stasiun ini digunakan untuk pemberangkatan tujuan Bandung dan Surabaya.
Pada 1937, stasiun ini diresmikan sebagai stasiun Batavia Koningsplein. Hingga akhirnya 55 tahun kemudian pada 1992, stasiun direnovasi besar-besaran menjadi stasiun layang dan berubah menjadi stasiun Gambir. Sejak saat itulah stasiun ini menjadi ruas jalur kereta Jakarta Kota-Manggarai.
2. Punya Hotel Sampai Toilet Berlapis Granit
Stasiun Gambir punya 3 tingkat dengan susunan tingkat pertama ada aula utama, loket, tempat makan dan toko serta layanan perbankan. Kemudian di lantai dua ada ruang tunggu dan beberapa tempat makan cepat saji. Terakhir di lantai atas ada peron dan jalur lintasan kereta.
Baca Juga: Terkait Pengalihfungsian Stasiun Gambir Jadi Lintasan KRL, Ini Respons PT KAI
Pada 2015 lalu, KAI meluncurkan fasilitas hotel transit dilengkapi dengan fasilitas kamar yang disewakan dalam hitungan jam. Hotel transit milik PT KAI ini menawarkan 3 tipe kamar yakni VIP, single room, twin bed room dan double bed room dengan fasilitas inap jangka pendek mulai 6 jam, 8 jam, 12 jam dan maksimal 24 jam.
Toilet di stasiun Gambir juga menjadi sorotan karena di bagian lantai dan dindingnya dilapisi dengan granit. Menariknya, ada monitor toilet satisfaction di depan toilet agar pengguna bisa langsung menilai kepuasan saat menggunakan toilet.
3. Bukan Dipensiunkan Tapi Dialihfungsikan
Santer beredar kabar Stasiun Gambir akan dipenisunkan. Menurut Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati, saat ini Stasiun Gambir masih beroperasi seperti biasa, tidak pensiun.
Hanya saja untuk ke depannya, Stasiun Gambir akan lebih diprioritaskan untuk pelayanan KRL (Kereta Rel Listrik) dan bukan diperuntukkan bagi pelayanan jarak jauh.
Itulah fakta menarik dari Stasiun Gambir yang dikabarkan akan dialihfungsikan untuk pelayanan KRL.
Berita Terkait
-
Terkait Pengalihfungsian Stasiun Gambir Jadi Lintasan KRL, Ini Respons PT KAI
-
Simak! Ada Kabar Gembira untuk Penumpang KRL Bekasi-Cikarang yang Transit di Stasiun Manggarai
-
Gantikan Gambir, Apa Saja Fasilitas Stasiun Manggarai yang Bergaya Jepang?
-
Sejarah Stasiun Gambir yang Akan Pensiun, Dinamai dari Letnan Belanda
-
KRL Commuter Line Direncanakan Bisa Berhenti di Stasiun Gambir, Ini Kata KAI
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Nyanyian Saksi di Sidang: Sebut Eks Menaker Ida Fauziyah Terima Rp50 Juta, KPK Mulai Pasang Mata
-
Diduga Demi Kejar 'Cuan' Bisnis, Anak Usaha Kemenkeu Nekat Suap Ketua PN Depok Terkait Lahan Tapos
-
Kapolres Tangsel Laporkan Gratifikasi iPhone 17 Pro Max ke KPK, Kini Disita Jadi Milik Negara
-
Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Obat Keras, 21 Ribu Butir Disita dari Dua Lokasi
-
Usai Kena OTT KPK, Ketua dan Waka PN Depok Akan Diperiksa KY soal Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Bukan Rugikan Negara Rp2,9 T, Pertamina Justru Untung Rp17 T dari Sewa Terminal BBM Milik PT OTM
-
Sidang Hadirkan Saksi Mahkota, Pengacara Kerry: Tidak Ada Pengaturan Penyewaan Kapal oleh Pertamina
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang