Suara.com - Di saat banyak warga Afghanistan dengan putus asa mencari cara untuk keluar dari negara mereka begitu Taliban berkuasa, segelintir mantan pejabat pemerintah Afghanistan malah kembali ke Kabul pada minggu ini. Kepulangan mereka disambut baik oleh Taliban.
Farooq Wardak, mantan Menteri Pendidikan Afghanistan, adalah mantan pejabat tertinggi yang kembali ke negara tersebut. "Kehormatan seseorang ada di negaranya sendiri. Saya merasa bermartabat dan bangga di negara saya," kata Wardak, dengan dua pejabat Taliban berdiri di sisinya. Ia mengatakan itu setelah mendarat di bandara Kabul pada Rabu (8/6).
Di antara mantan pejabat yang telah kembali ke Afghanistan dalam 10 hari terakhir adalah mantan wakil menteri perhubungan, direktur perusahaan listrik milik negara, pejabat dari dewan keamanan nasional, dan bahkan juru bicara Kementerian Pertahanan yang selama bertahun-tahun menyebut Taliban sebagai "musuh Afghanistan" setiap kali menyampaikan laporan terakhir mengenai korban Taliban.
"Terlalu banyak orang - mantan menteri, gubernur dan anggota parlemen - telah menghubungi kami, menyatakan keinginan untuk pulang ke negara asal mereka," kata Abdul Haq Wasiq kepada VOA. Wasiq ditunjuk sebagai juru bicara untuk komisi yang dibentuk Taliban bulan lalu untuk memfasilitasi kembalinya orang-orang terkemuka Afghanistan yang tinggal di luar negeri.
Komisi tersebut dipimpin oleh menteri pertambangan Taliban, sementara bagian hubungan masyarakatnya dijalankan oleh Anas Haqqani, adik dari Menteri Dalam Negeri Sirajuddin Haqqani.
Taliban telah berusaha memanfaatkan dengan baik setiap orang ternama yang pulang. Selain merekam orang-orang yang kembali itu di bandara Kabul dan kemudian menyebarkan video pendek di media sosial, pejabat senior Taliban juga bertemu dengan mereka untuk berfoto bersama. (Sumber: VOA)
Berita Terkait
-
Cerita Khalid Payenda, Mantan Menkeu Afghanistan yang Kini Menjadi Sopir Online
-
Kemasygulan Pencari Suaka di Peraduan: Namaku Manusia, Tapi Tak Ada yang Peduli dengan Kami
-
Sebut Pemerintah Indonesia Tidak Peduli, Pengungsi Afghanistan: Kami Tunggu Sampai UNHCR Menjawab
-
Hujan Deras Mengguyur Kuningan, Massa Pengungsi Afghanistan Tetap Aksi di Kantor UNHCR
-
Kembali Berunjuk Rasa di Jakarta, Puluhan Imigran Afghanistan Minta Kejelasan Nasib: UNHCR Wake Up!
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?
-
Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika
-
Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia
-
Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?
-
Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel
-
Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus
-
Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara
-
Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan
-
Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita
-
Peron Baru Stasiun Bogor Beroperasi Hari Ini, Siap Layani KRL 12 Gerbong