Suara.com - Kurang dari sebulan, umat Islam akan menyambut datangnya bulan Dzulhijjah, di mana dilaksanakan ibadah haji 2022 di Baitullah. Biaya yang cukup mahal, membuat beberapa orang merasa perlu mengangsur untuk menjalankan rukun Islam kelima tersebut. Lantas bagaimana hukum angsuran haji di bank konvensional?
Melakukan angsuran haji di bank konvensional menurut beberapa orang menjadi cara efektif agar dapat melaksanakan ibadah haji. Karena dengan mengangsur di bank konvensional, biaya haji yang dikumpulkan akan lebih meringankan jamaah. Namun sejumlah orang berpendapat hukum angsuran haji di bank konvensional termasuk riba dan akan mendapat dosa.
Seperti halnya salah satu jamaah, yang menanyakan terkait hukum angsuran haji konvensional dalam kajian Buya Yahya yang diuggah di channel YouTube Al-Bahjah TV. Ia mempertanyakan persoalan yang terkait dengan keberangkatan haji menggunakan uang angsuran di bank konvensional.
Hukum Angsuran Haji di Bank Konvensional
Buya Yahya menanggapi terkait dengan persoalan tersebut, ia menjelaskan bahwa sesungguhnya Allah SWT maha pengampun lagi maha peyayang. Oleh karena itu jika kita mengetahui bahwa peebuatan yang bertentangan dengan syariat, termasuk melakukan angsuran jaji di bank konvensional maka alangkah baiknya harus segera ditinggalkan.
Dalam hal ini pelaku harus memutus semua hubungan yang berkaitan dengan bank konvensional.
"Lakukan dua hal agar terbebas dari dosa, yang pertama Anda harus hengkang dengan meninggalkan wilayah tersebut (bank). Anda putus urusan-urusannya dengan riba. Kedua, karena sifatnya angsuran maka yang diambil hanya modal yang Anda berikan untuk haji," jelas Buya Yahya.
Karena melakukan angsuram di bank konvensional termasuk dalam perbuatan dosa besar. Riba dalam agama Islam sendiri adalah ketentuan nilai tambahan dengan melebihkan jumlah nominal saat dilakukannya proses pelunasan. Adapun bunga yang dibebankan mengacu pada presentase yang dibebankan kepada peminjam.
Sementara jika bank konvensional memberikan uang lebih, maka uang tersebut tidak boleh digunakan untuk berhaji. Sebab uang dari bank tersebut termasuk ke dalam uang haram karena berasal dari kegiatan riba.
Baca Juga: Barang-Barang Nyeleneh yang Dibawa Jemaah Haji: Bawa Perkakas hingga Cobek
Meskipun uang yang diberikan kepada Anda tersebut termasuk uang riba, jika diberikan kembali ke pihak bank bukan termasuk sedekah. Maka Buya menganjukan untuk mengambilnya sebagai barang yang 'kotor'. Kemudian untuk digunkan sebagai sesuatu yang kotor. Apa yang dimaksud sesuatu yang kotor itu?
Maksud dari sesuatu yang kotor adalah uang tersebut sebaiknya digunakan seperti untuk membangun selokan di lingkungan sekitar rumah, WC umum, membangun tempat pembuangan sampah dan lainnya. Akan tetapi usahakan untuk melakukannya secara diam-diam jangan atas nama pribadi. Karena jika uang tersebut digunakan untuk menghidupi keluarga sama saja mereka makan dari uang riba.
"Bagi siapapun yang berurusan dengan dunia riba, lintaskan permohonan agar Allah menuntaskannya. Jangan sombong dengan Allah," tegas Buya Yahya.
Karena sesungguhnya Allah maha segalanya. Dia bisa menyelesaikan segala permasalahan yang dihadapi oleh hamba-Nya termasuk keluar dari praktik riba. Jika umat-Nya tersebut meminta dan memohon kepada-Nya.
"Maka hijrahlah Anda secepatnya, kemudian bagi siapapun yang saat ini masih berurusan dengan dunia konvensional apalagi uangnya dititipkan di sana, lalu berkembang dengan riba-riba. Ambil modalnya kemudian kembalikan ke wilayah syariah," tuntasnya.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hukum angsuran haji di bank konvensional adalah dilarang karena bertentangan dengan syariat agama Islam dan syarat haji.
Berita Terkait
-
Barang-Barang Nyeleneh yang Dibawa Jemaah Haji: Bawa Perkakas hingga Cobek
-
Jemaah Wajib Tahu, Ini Ketentuan Barang Bawaan Haji dan Umroh dari Kemenag
-
Bacaan Talbiyah Latin Lengkap dengan Keutamaan, Hukum dan Waktu, Jemaah Haji 2022 Wajib Tahu!
-
Haji Mabrur Adalah Keinginan Semua Jemaah, Ini Ikhtiar yang Perlu Dilakukan
-
Kemenag: Hanya 22 Calon Haji Asal Simeulue Akan Diberangkatkan ke Tanah Suci
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
Terkini
-
Hujan Guyur Jakarta Seharian, 39 RT dan 13 Ruas Jalan Terendam Banjir Hingga 1,5 Meter
-
Update Terkini Banjir Jakarta: 75 RT dan 19 Jalan Terendam, Ketinggian Air Capai 1,7 Meter
-
Tangerang Siaga Satu: Banjir 1,5 Meter Rendam 9 Kecamatan, Tanggul di Larangan Jebol!
-
Jakarta Banjir Lagi: Cipinang Melayu Terendam 1,5 Meter, Warga Siaga Kiriman Air Hulu
-
Sambangi Korban Rumah Roboh Ciruas, Bupati Ratu Zakiyah Minta Pendataan Ulang RTLH
-
Hadir di Acara Golkar, Pramono Anung Merasa Di Rumah Sendiri
-
Timur Tengah Memanas, Panglima TNI Perintahkan Prajurit Siaga 1
-
Radar THAAD di Yordania Hancur, Kerugian AS Tembus Rp 33,8 Triliun
-
Cuaca Hari Ini: Hujan dan Mendung Mendominasi Jakarta Hingga Yogyakarta
-
Iran Tantang Donald Trump: Siap 'Sambut' Militer AS di Selat Hormuz