Suara.com - Kepergian Emmeril Kahn Mumtadz, atau Eril menyisakan kesedihan mendalam bagi kedua orangtuanya, Ridwan Kamil dan Atalia Praratya.
Kesedihan yang sama juga dirasakan oleh ribuan warga Bandung dan sekitarnya yang sudah menunggu kedatangan jenazah Eril, sejak Minggu (12/5/2022) sore.
Meksi diguyur hujan, warga yang mayoritas ibu-ibu tetap setia berdiri di Gedun Pakuan, Kota Bandung, untuk melihat jenazah Eril terakhir kalinya.
Bukan hanya warga Bandung, sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat juga hadir di Gedung Pakuan.
Kehadiran mereka untuk menyampaikan rasa duka dan simpatinya kepada Gubernur Ridwan Kamil. Berikut adalah deretan pejabat yang turut hadir mengiringi keperdian Emmeril Kahn Mumtadz:
1. Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo turut hadir di Gedung Pakuan untuk melakukan takziah. Usai bertakziah, Ganjar mengatakan, selama dua pekan perasaan Ridwan Kamil campur aduk karena putranya belum ditemukan.
Namun, kini Ridwan Kamil menyatakan perasaannya bahagianya karena Eril telah ditemukan, meski dalam keadaan meninggal dunia.
"Kang Emil sampaikan, mas Ganjar, pada saatnya saya sangat berbahagia karena dua minggu suasana batin itu diaduk-aduk, karena tidak pernah ada kepastiannya," kata Ganjar di Gedung Pakuan, Jawa Barat, Senin (13/6/2022).
Meksi Ridwan Kamil mengatakan dirinya tengah berbahagia, namun Ganjar tak menampik jika masih ada kesedihan yang mendalam dalam hatinya.
Dalam kesempatan itu Ganjar turut memberikan semangat pada Ridwan Kamil. Menurut dia, di luar sana banyak ribuan orang yang mendoakan Eril.
"Saya sampaikan pada beliau banyak warga dari Jawa Tengah mendoakan ananda tercinta," ujar Ganjar
2. Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur
Selain Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah Khofifah Indar Parawansa juga menghadiri takziah di Gedung Pakuan, Bandung.
Begitu besarnya antusias warga menyambut kedatanga jenazah Eril, memicu rasa penasaran Khofifah mengenai amalan yang dikerjakan Eril semasa hidupnya.
Tag
Berita Terkait
-
Kemudikan Ambulans untuk Emmeril Kahn Mumtadz, Pengemudi Ini Memaknai Besarnya Rasa Sayang Seorang Ayah
-
Nenek Eril Menangis Saksikan Pemakaman Cucunya, Ridwan Kamil Berusaha Menguatkan
-
Hadiri Pemakaman Eril, Rara Pawang Hujan: Ada Misi-Visi Khusus untuk Kedamaian Indonesia
-
Ridwan Kamil Ikut Menguruk Pemakaman Putranya, Emmeril Kahn Mumtadz
-
Ridwan Kamil Lepas Eril ke Liang Kubur: Ananda Emmeril Telah Selesai Tugasnya di Dunia dengan Paripurna
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Bos Perusahaan Rokok PT Gading Gadja Mada Dipanggil KPK untuk Kasus Bea Cukai
-
Isu Reshuffle Sore Ini, Bahlil: Ya Nanti Kita Lihat
-
Soal Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu, Hensa: Harus Tegas dan Bisa Ditegakkan
-
Fakta Miris Daycare di Indonesia: 44 Persen Ilegal dan Mayoritas Pengasuh Tak Tersertifikasi
-
Lagi, KPK Periksa Dua Bos Travel Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Pemerintah Klaim Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Ganggu UMKM
-
Buntut Kekerasan di Yogyakarta, DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Harus Ada Screening Digital
-
Kementerian HAM Kecam Keras Kasus Daycare Yogya: Masuk Kategori Pelanggaran Berat
-
Isu Reshuffle Menguat, Qodari: Sepenuhnya Hak Presiden Prabowo
-
Kondisi Membaik, Anggota TNI Korban Penganiayaan di Stasiun Depok Baru Ternyata Dinas di Kemhan