Suara.com - Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menyatakan bahwa dia tidak menyoal Partai Nasional Demokrat melirik Ganjar Pranowo menjadi salah satu calon presiden.
Masinton mengapresiasi Partai Nasdem yang telah menempatkan kader PDI Perjuangan menjadi salah satu tokoh yang dinilai layak maju ke pemilu presiden.
Menurut Masinton hal itu menunjukkan keberhasilan PDI Perjuangan melakukan kaderisasi sehingga partai lain menjagokannya maju ke pemilu presiden.
"Artinya menampakkan bahwa apapun itu proses kaderisasi di PDI Perjuangan mampu melahirkan kader yang bisa diterima eksternal PDIP, diterima siapapun," katanya.
Tetapi, Masinton mengatakan untuk mengusung seorang calon ke pemilu presiden prosesnya tidak singkat, dibutuhkan tahapan-tahapan, mulai dari pembentukan koalisi partai hingga penentuan nama yang bisa disepakati semua anggota koalisi.
Mengenai Ganjar, Masinton menganalogikan dengan sales dan pemilik showroom mobil. Nasdem sebagai sales tidak bisa menjual Ganjar begitu saja tanpa persetujuan PDI Perjuangan nantinya sebagai pemilik.
"Dimana pun yang namanya proses menjajakan produk pasti yang ditanya kan yang punya produk. Bukan salesnya. Salesnya paling menjelaskan aja," kata dia.
Berita Terkait
-
Deklarasi Jadi Partai, Gerakan Rakyat Usung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden
-
Ganjar Soroti Pelaksanaan Demokrasi dan Isu Pilkada di Rakernas PDIP 2026
-
Tolak Wacana Pilkada via DPRD, Ganjar: Sikap PDI Perjuangan Sangat Jelas!
-
19 Desa Terisolasi, Tanggap Darurat Tapanuli Tengah Diperpanjang 14 Hari
-
Ganjar Minta Pemerintah Prabowo-Gibran Evaluasi Program dan Jajaran di Tahun Pertama
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Kasus Dugaan Penghinaan Suku Toraja Naik Penyidikan, Status Hukum Pandji Tunggu Gelar Perkara
-
Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak
-
Keluarga Habib Bahar Balik Lapor, Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan Dituding Sebar Hoaks
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender