Suara.com - Orangtua mana yang tak bangga jika putranya memiliki prestasi mengagumkan. Seperti yang dirasakan seorang ayah dari santri di Kudus ini.
Viral video sang ayah yang menangis haru sambil menggendong sang putra.
Bagaimana tidak bangga, sang anak berhasil menamatkan hafalan Al Quran saat menduduki bangku sekolah menengah.
Menurut keterangan akun Instagram @undercover, sang anak tengah nyantri di Pondok Pesantren Tahfidul Quran dan bersekolah di MAN 1 Kudus.
Ayah Menggendong Sambil Menangis
Tak kuasa menahan haru, sang ayah menggendong putranya yang sudah remaja itu sambil menangis. Sang ayah menyatakan bahwa putranya yang menghafal Al Quran bisa mendekatkan orangtua ke surga.
"Lah ini Yasin digendong bapaknya habis khataman, Ya Allah," ungkap seorang pria di balik video.
"Aku besok (di akhirat) kamu gendong kamu masukkan surga nak, sekarang kamu sudah khatam Qu'an tak gendong nak, biar impas ya Allah," ujar sang pria menirukan ayah Yasin.
Ayah Yasin sendiri bernama Pak Samsul, beliau merupakan dosen Universitas Diponegoro (Undip).
"Pak Samsul dosen Undip, rela gendong anaknya, saking senangnya punya anak hafal Quran ya Allah," tambahnya.
Pada video yang beredar, Pak Samsul menangis sambil bergetar menggendong anaknya. Dia bahkan berkali-kali berucap syukur memiliki putra yang penghafal Al Quran.
Video tersebut sontak mengundang berbagai respons dari warganet.
"Ikut seneng dan terharu pak, dibalik kesuksesan anaknya ada perjuangan orang tua yang luarbiasa," komentar warganet.
"Allahumma sholi ala muhammad semoga keturunan kita kelak menjadi hafidz dan hafidzoh" imbuh warganet lain.
"MasyaAllah. Tinggal di murajaah trus dek biar awet sampai akhir hayat," tambah lainnya.
"Allahumma sholi ala muhammad semoga keturunan kita kelak menjadi hafidz dan hafidzoh" tulis warganet di kolom komentar.
"Bangga dan bahagia banget pasti keluarganya masya Allah" timpal lainnya.
Saat berita ini dibuat, video tersebut telah ditonton ribuan kali dan bisa disaksikan di sini.
Berita Terkait
-
Sempat Maju-Mundur Soal Vaksinasi Bayi, AS Mulai Izinkan Pekan Depan
-
Klaim Anti Intoleransi dan Korupsi, Grace Natalie: PSI Tak Akan Dukung Mas Anies di Pilpres
-
Anak Bambang Pamungkas Muncul Usai Ngaku Ingin Tebus Dosa di Akhirat
-
Duh! Barang Tak Bisa Return, Pria Pukuli Kurir di Pinggir Jalan Hanya Berakhir Minta Maaf, Warganet: Hukum Dong
-
Ngakak! Wanita Ini Ditoyor Pengemis karena Tidak Memberi Uang, Ekspresinya Jadi Sorotan Warganet
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Komisi VIII DPR RI Awasi Langsung Penyaluran PKH dan Sembako di Batam
-
Diskon Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia, KAI Daop 6 Imbau Warga Segera Pesan
-
Ketua MPR Soroti Kasus Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas di Tual: Harus Jadi Pelajaran!
-
Pakar UI: Indonesia Wajib Waspada 'Akal Bulus' Israel di Balik Rekonstruksi Gaza dalam BoP
-
Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!
-
Anggota Brimob Aniaya Anak hingga Tewas di Tual, Menteri PPPA Turun Tangan: Sedang Koordinasi
-
Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan
-
Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer