Suara.com - Teriakan Presiden Jokowi disebut sebagai 'Bebek Lumpuh' menggema dalam demonstrasi Massa Aliansi Nasional Reformasi KUHP yang mendesak pemerintah membuka naskah Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2022).
Ketua BEM Universitas Indonesia, Bayu yang meneriakkan istilah itu saat berorasi menjelaskan makna dari pernyataannya. Dia mengatakan penyebutan Jokowi sebagai 'Bebek Lumpuh' merujuk pada teori politik.
"Jadi argumentasi saya, terkait orasi saya mengatakan Bapak Presiden Jokowi sebagai bebek lumpuh, adalah berdasarkan suatu teori politik, yaitu Lame Duck teori," kata Bayu kepada wartawan usai berunjuk rasa.
Dia menjelaskan, teori itu dihasilkan pada semester kedua Barack Obama menjabat sebaga presiden Amerika Serikat.
"Jadi dalam teori dikatakan bahwa pemerintahan yang tidak lagi membutuhkan legitimasi masyarakatnya, kerap mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang tidak populis," paparnya.
Tidak populisnya kebijakan Jokowi, kata Bayu, dapat dilihat dari sejumlah kebijakannya. Bayu mencontohkan saat pidato Jokowi usai dilantik yang mengatakan akan membuat Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law. Pada akhirnya mendapat penolakan dari kaum buruh hingga saat ini.
"Lalu juga tentang RUU KPK, lalu juga tentang pembangunan Ibu Kota Negara, lalu pada hari ini tentang RKUHP. Itulah yang membuktikan bahwa kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahan Jokowi saat ini adalah kebijakan yang tidak populis," kata Bayu.
Seperti diketahui, unjuk rasa yang digelar massa Aliansi Nasional Reformasi KUHP bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden Jokowi ke 61 tahun.
Unjuk rasa yang mereka gelar dengan bertajuk: "Hadiah Ulang Tahun Presiden Jokowi: Somasi RKUHP."
Baca Juga: Video Presiden Jokowi Menghadap Megawati Viral, Netizen Singgung Ruang BP
Dalam unjuk rasanya mereka menyampaikan sejumlah tuntutannya, yakni mendesak Presiden dan DPR RI untuk membuka draf terbaru RKUHP dalam waktu dekat.
Kemudian menuntut Presiden dan DPR RI untuk membahas kembali pasal-pasal bermasalah dalam RKUHP. Ketiga mereka mengancam akan melakukan unjuk rasa yang lebih besar, jika tuntutannya tak dipenuhi.
Berita Terkait
-
Video Presiden Jokowi Menghadap Megawati Viral, Netizen Singgung Ruang BP
-
Umbar Video Jokowi Bak Disidang Megawati saat Rakernas PDIP, Puan Maharani Blak-blakan Ungkap Isi Pembicaraan
-
Daftar Ulang Tahun Presiden Indonesia Bulan Juni: Soekarno Hingga Jokowi
-
Nyanyikan Lagu Selamat Ulang Tahun Berlirik Kritik Pedas ke Jokowi, Mahasiswa: Selamat Sejahtera, Rakyatnya Enggak!
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Prabowo Sentil Bogor Semrawut Banyak Spanduk, Wawako Jenal: 61 Baliho Sudah Kami Bongkar
-
Saksi Kasus Noel Ebenezer Ungkap Ada 4 Orang dari Kejagung Minta Duit Masing-masing Rp 1,5 Miliar
-
DJKI Perkenalkan Layanan Konsultasi Kekayaan Intelektual Melalui Video Call
-
Saksi Sidang Noel Akui Pernah Ditawari LC Oleh 'Sultan Kemnaker': Saya Tidak Tahu Sumber Duitnya
-
Singgung Kasus Pertamina, Eks Ketua MK Beberkan Persoalan Besar Penegakan Hukum
-
Desak Dokumen AMDAL RDF Rorotan Dibuka, DPRD DKI: Jangan Ada yang Ditutupi!
-
Diterjang Banjir, Begini Upaya Pulihkan Trauma UMKM Perempuan di Aceh dan Sumatra
-
Mengenal RDF Plant Rorotan: Mesin Pengolah Sampah Jakarta yang Berusaha Keras Hilangkan Bau Busuk
-
Pigai Minta Isu Reshuffle Kabinet Tak Digoreng, Tegaskan Pernyataan Mensesneg Valid
-
Habiskan Anggaran Rp1,3 Triliun, DPRD DKI Sebut Perencanaan RDF Rorotan Tak Matang