Suara.com - Dengan karir panjang di bidang jurnalisme dan televisi, Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid bersiap untuk mengambil tampuk kekuasaan di Israel.
Yair Lapid akan memimpin pemerintahan sementara setelah pembubaran Knesset (Parlemen Israel) hingga mengadakan pemilu dini yang kemungkinan berlangsung pada bulan Oktober.
Lahir di Tel Aviv pada tahun 1963, ayah Lapid, Joseph, adalah seorang penulis, jurnalis, dan mantan menteri kehakiman. Ibunya, Shlomit, juga seorang penulis.
"Selama bertahun-tahun, Lapid adalah seorang jurnalis, presenter televisi, pengarang dan penulis," kata situs web Partai Yesh Atid (Ada Masa Depan).
Lapid telah menulis 11 buku, termasuk satu - "Memories After My Death" - tentang kehidupan mendiang ayahnya, yang berada di puncak daftar buku terlaris di Israel, menurut situs web Yesh Atid Party.
Karir Bidang Jurnalistik
Yair Lapid juga aktif di beberapa kelompok sosial dan menghabiskan masa mudanya antara Israel dan Inggris.
Dia bekerja sebagai editor untuk Yedioth Ahronoth, sebuah surat kabar besar Israel, pada tahun 1988 ketika berusia 25 tahun.
Pada tahun 1991, Lapid mulai menulis kolom mingguan di surat kabar Maariv sebelum beralih ke televisi pada tahun 1994.
Baca Juga: Penanda Kuburan Berusia 1.800 Tahun Ditemukan, Berisi Kutukan
Dia menjadi pembawa acara talk show di sejumlah stasiun televisi Israel dan menjadi wajah yang akrab bagi orang Israel.
Pada Januari 2012, dia melakukan debut politiknya saat mendirikan Partai Yesh Atid.
Lapid mewakili harapan bagi ratusan ribu pemuda Israel. Namun, hubungannya tidak baik dengan partai-partai agama Yahudi sayap kanan di Israel.
Dalam pemilihan umum Israel 2013, Partai Yesh Atid menarik perhatian ketika memenangkan dukungan lebih dari setengah juta pemilih, menjadi partai terbesar kedua di Knesset dengan 19 kursi.
Pada tahun 2013, Lapid masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia versi majalah Time.
Pada tahun yang sama, Lapid mengambil alih portofolio keuangan di pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sebelum Kabinet dibubarkan pada akhir 2014.
Tag
Berita Terkait
-
Penanda Kuburan Berusia 1.800 Tahun Ditemukan, Berisi Kutukan
-
Profil Gal Gadot, Artis Asal Israel yang Bintangi Wonder Woman hingga Cleopatra
-
Serukan Pengusiran Orang Arab Ke Swiss, Pejabat Senior Israel Panen Kecaman
-
Uni Eropa Kurangi Ketergantungan Energi dari Rusia, Kini Andalkan Pemasok dari Mediterania Timur
-
Kisah Pilu Warga Palestina di Tepi Barat, Bertahan Hidup dengan Kesederhanaan hingga Terancam Diusir Israel
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
Terkini
-
Aplikasi Snapboost Ditutup, Modusnya Berikan Suka di Media Sosial Bikin Uang Raib
-
Rudal Balistik Iran Hantam Pasukan AS, Timur Tengah di Ambang Perang Besar
-
Tinted Lip Balm Hanasui untuk Kulit Sawo Matang Shade Berapa? Cek Ulasannya
-
Anomali Harga Minyak, Mengapa Tidak Melonjak Meski Timur Tengah Memanas?
-
5 Merek Sepatu Sekolah Paling Awet untuk Remaja, Mulai Rp100 Ribuan
-
Bos BCA Titip Pesan Buat Calon Gubernur Bank Indonesia Baru, Apa Isinya?
-
Tak Perlu Takut! Umrah Mandiri Bareng Keluarga Tak Bisa Dipidana
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Era Baru Les Blues! Bienvenue, Zinedine Zidane Resmi Latih Timnas Prancis
-
Apa Pelembap Bisa Mengencangkan Kulit Kendur? Ini 3 Rekomendasi untuk Usia 50 Tahun