Pada pemilu awal Maret 2015 lalu, Partai Yesh Atid meraih 11 kursi, namun kali ini Lapid lebih memilih bertahan di oposisi.
Pada 2020, dia menjadi pemimpin oposisi di Knesset.
Pada Mei 2021, Lapid ditugaskan untuk membentuk pemerintahan setelah Netanyahu, pemimpin Partai Likud sayap kanan, gagal membentuknya.
Pada 13 Juni di tahun yang sama, Lapid membentuk pemerintahan bergilir dengan Perdana Menteri Naftali Bennett yang sedang menjabat.
Berdasarkan kesepakatan antara kedua mitra, Lapid menjadi menteri luar negeri bersama dengan posisi perdana menteri alternatif.
Dia dijadwalkan menjadi perdana menteri pada akhir tahun depan.
Perjanjian itu juga menetapkan bahwa Lapid akan memimpin pemerintahan sementara, jika Knesset dibubarkan sampai mengadakan pemilu dini.
Hari ini, Rabu, Knesset mentetujui RUU untuk membubarkan diri.
Lapid dikenal dengan pandangan politiknya yang moderat.
Baca Juga: Penanda Kuburan Berusia 1.800 Tahun Ditemukan, Berisi Kutukan
Tahun lalu, dia menyuarakan dukungan untuk solusi dua negara untuk mengakhiri konflik selama puluhan tahun dengan Palestina. (Sumber: Anadolu)
Tag
Berita Terkait
-
Penanda Kuburan Berusia 1.800 Tahun Ditemukan, Berisi Kutukan
-
Profil Gal Gadot, Artis Asal Israel yang Bintangi Wonder Woman hingga Cleopatra
-
Serukan Pengusiran Orang Arab Ke Swiss, Pejabat Senior Israel Panen Kecaman
-
Uni Eropa Kurangi Ketergantungan Energi dari Rusia, Kini Andalkan Pemasok dari Mediterania Timur
-
Kisah Pilu Warga Palestina di Tepi Barat, Bertahan Hidup dengan Kesederhanaan hingga Terancam Diusir Israel
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim