Suara.com - Afrika Selatan melaporkan adanya kasus pertama cacar monyet di negara tersebut. Hal itu dikonfirmasi oleh Menteri Kesehatan Afrika Selatan Joe Phaahla bahwa pihaknya menerima informasi dari layanan laboratorium.
Pasien yang terkonfirmasi cacar monyet tersebut merupakan seorang pria yang berusia 30 tahun berasal dari Johannesburg.
Pria yang terinfeksi cacar monyet tersebut diketahui tidak memiliki catatan atau riwayat perjalanan.
"Artinya ini tidak dapat dihubungkan dengan penularan dari luar Afrika Selatan," ungkap Menteri Kesehatan Afrika Selatan dalam konferensi pers.
Terkait dengan hal tersebut, proses pelacakan kontak juga telah dilakukan.
Cacar monyet merupakan penyakit menular yang menyebabkan gejala seperti flu dan kondisi lesi kulit. Penyakit tersebut merupakan endemi di beberapa bagian Afrika namun tidak di Afrika Selatan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan memutuskan pada Kamis apakah mereka akan mengumumkan cacar monyet sebagai kedaruratan kesehatan global.
Langkah tersebut mengundang kritik dari sejumlah ilmuwan terkemuka Afrika yang mengatakan bahwa penyakit tersebut telah menjadi krisis bagi sejumlah negara Afrika selama bertahun-tahun. (ANTARA/Reuters)
Baca Juga: Benarkah Vaksin Covid-19 AstraZeneca Sebabkan Cacar Monyet?
Berita Terkait
-
Benarkah Vaksin Covid-19 AstraZeneca Sebabkan Cacar Monyet?
-
Singapura Konfirmasi Seorang Pramugara Asal Inggris Terserang Cacar Monyet
-
Ngegas Lagi, Kasus Cacar Monyet di Inggris Meningkat 40 Persen
-
Berisiko Tinggi Terpapar, Inggris Tawarkan Vaksin Cacar Monyet pada Kelompok Gay dan Biseksual
-
WHO akan Gelar Pertemuan Darurat Bahas Cacar Monyet yang Telah Menyebar ke 32 Negara
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan
-
Tring Golden Run 2026, Pegadaian Gaungkan Investasi Emas Lewat Event Lari dan Pegadaian Peduli
-
Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta
-
Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi
-
Ketum TP PKK Soroti Pentingnya Keamanan Perempuan di Semua Ruang, Termasuk Dunia Digital
-
KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!
-
AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
-
Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!
-
Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!
-
Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI