Suara.com - Di perbatasan Mekkah - Jeddah ada Pasar An'am Mekkah yang merupakan tempat jual kambing sebagai dam saat musim ibadah haji. Pasar An'am terletak sekitar 10 km dari Masjidil Haram, merupakan satu dari tiga pasar kambing di sekitar Kota Mekkah yang menjadi pilihan jamaah haji untuk membayar dam.
Bayar dam atau denda menjadi tak terelakkan bagi mereka calon haji yang mengambil niat haji tamattu' dan qiran.
Haji tamattu' adalah haji yang didahului umrah. Jamaah haji lebih dulu berniat ihram untuk umrah hingga tahallul.
Jamaah akan berniat ihram kembali bila tiba waktu haji. Sebagian besar jamaah haji Indonesia menjalankan haji tamattu' sehingga harus membayar dam.
Selain Pasar An'am ada pasar hewan di daerah Moashem dan Akisiyyah namun keduanya tidak sebesar Pasar An'am.
Jamaah haji dapat memilih berbagai jenis kambing dengan ukuran yang beragam.
Aroma kambing dan bau kotorannya berbaur dengan hawa panas dan debu menyambut tim MCH ketika keluar dari kuda besi itu.
Suara kambing mengembek dan teriakan para pedagang terdengar di seantero pasar.
Di bagian depan pasar terdapat kandang-kandang yang dihuni ratusan kambing. Orang-orang yang ingin membayar dam atau denda maupun berkurban bisa memilih kambing di situ lalu membawa ke bagian belakang tempat pejagalan.
Baca Juga: Simak Yuk! Tips Mengumpulkan Biaya untuk Ibadah Haji
Pejagal hewan di pasar itu mengenakan seragam berwarna merah, begitu juga dengan pekerja yang menggiring kambing ke rumah jagal, mereka rata-rata berasal dari Mali.
Saat tim MCH menanyakan kepada salah seorang pedagang, rata-rata kambing di pasar itu dijual dengan harga 250 Saudi Riyal (SAR) hingga 500 SAR.
Untuk berat kambing 10 kg harganya berkisar 250 SAR, Sedangkan yang beratnya mencapai 30 kg bisa seharga 500 SAR.
Pembeli dapat bernegosiasi dan melakukan tawar menawar terkait harga kambing yang tertarik untuk dibeli.
Jamaah juga harus menambah biaya jagal sebesar 60 SAR atau sekitar Rp240 ribu dengan kurs Rp4.000.
Setelah kambing yang sesuai dengan keinginan dipilih, jamaah dapat langsung membawa kambing tersebut ke rumah jagal untuk dipotong.
Berita Terkait
-
Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir
-
2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit
-
Sambut Piala Dunia 2026, Jangan Jadikan Ajang Judi di Aceh dan Tetap 'Santuy'
-
Ribuan Jamaah Haji Mulai Pulang ke Indonesia
-
Lawan Maling dengan Gunting, Pria Penjaga Kambing Ini Malah Dijebloskan ke Penjara
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!