Hong Kong.(Pexels)
Suara.com - Otoritas berwenang Hong Kong telah melarang setidaknya 13 jurnalis untuk meliput acara minggu ini yang menandai peringatan 25 tahun kembalinya Hong Kong ke China.
Menurut Asosiasi Jurnalis Hong Kong dalam sebuah pernyataan, para jurnalis tersebut mewakili setidaknya tujuh media, termasuk kantor berita internasional Reuters dan Agence France-Presse dan beberapa lainnya dari Hong Kong.
"Pihak berwenang telah mengatur wawancara ad hoc dalam waktu sempit di momentum yang penting ini dan telah melakukan penolakan dengan alasan yang tidak jelas, yang secara serius merusak kebebasan pers di Hong Kong," kata pernyataan itu.
Dikatakan setidaknya 10 wartawan telah dilarang meliput.
The Hong Kong Economic Journal mengatakan setidaknya tiga jurnalis lain dari outlet berita lokal yang diberitahu pada hari Rabu bahwa aplikasi mereka untuk meliput peristiwa 1 Juli ditolak.
Polisi Hong Kong telah mengkonfirmasi bahwa Presiden China Xi Jinping akan mengunjungi kota itu untuk memperingati kembalinya bekas jajahan Inggris itu ke pemerintahan China pada 1 Juli 1997.
"Pihak berwenang telah mengatur wawancara ad hoc dalam waktu sempit di momentum yang penting ini dan telah melakukan penolakan dengan alasan yang tidak jelas, yang secara serius merusak kebebasan pers di Hong Kong," kata pernyataan itu.
Dikatakan setidaknya 10 wartawan telah dilarang meliput.
The Hong Kong Economic Journal mengatakan setidaknya tiga jurnalis lain dari outlet berita lokal yang diberitahu pada hari Rabu bahwa aplikasi mereka untuk meliput peristiwa 1 Juli ditolak.
Polisi Hong Kong telah mengkonfirmasi bahwa Presiden China Xi Jinping akan mengunjungi kota itu untuk memperingati kembalinya bekas jajahan Inggris itu ke pemerintahan China pada 1 Juli 1997.
Kunjungan Xi akan menjadi perjalanan pertamanya di luar daratan China sejak pandemi virus corona yang terjadi sekitar dua setengah tahun lalu.
Polisi di Hong Kong, wilayah semi-otonom khusus China, telah mengumumkan serangkaian tindakan keamanan, termasuk penutupan jalan dan zona larangan terbang.
Persyaratan ketat telah ditetapkan bagi mereka yang menghadiri acara tersebut.
Wartawan harus menjalani tes COVID-19 setiap hari mulai Minggu (26/06) lalu dan tinggal di hotel karantina mulai Rabu (29/06).
Meskipun menerima persetujuan awal, beberapa wartawan menerima pemberitahuan penolakan pada hari Rabu saat dalam perjalanan ke hotel, sementara yang lain dilarang dari acara tersebut pada saat kedatangan, kata Jurnal Ekonomi Hong Kong.
Pihak berwenang telah mengundang media untuk mengajukan hingga 20 aplikasi untuk meliput acara tersebut – termasuk upacara pengibaran bendera dan pelantikan pemerintah baru Hong Kong.
Tetapi pihak berwenang kemudian menetapkan bahwa hanya satu jurnalis dari setiap outlet yang dapat dikirim untuk meliput masing-masing dari dua peristiwa tersebut.
Jurnalis lokal dan asing dilarang meliput
Reuters mengatakan bahwa mereka menyerahkan nama dua jurnalis untuk meliput peristiwa tersebut, dan keduanya ditolak.
Seorang juru bicara Reuters mengatakan perusahaan sedang mencari informasi lebih lanjut tentang masalah ini.
Outlet media Hong Kong yang terkena dampak termasuk South China Morning Post berbahasa Inggris, surat kabar berbahasa Mandarin, Ming Pao, dan outlet berita online HK01, kata asosiasi jurnalis.
South China Morning Post mengatakan dalam sebuah laporan berita bahwa salah satu fotografernya telah ditolak, tanpa disertai alasan.
Ming Pao dan HK01 tidak segera berkomentar. Agence France-Presse menolak berkomentar dan juru bicara South China Morning Post menolak berkomentar di luar laporan berita mereka.
Organisasi media yang terkena dampak diundang untuk mengirim jurnalis lain untuk meliput acara tersebut, tetapi penggantinya juga harus memenuhi persyaratan karantina dan tes COVID-19, menurut asosiasi jurnalis.
Departemen Layanan Informasi menolak memberikan informasi berapa banyak jurnalis yang diberikan akreditasi.
Mereka juga tidak mengomentari laporan South China Morning Post bahwa salah satu fotografer departemen itu sendiri telah dilarang dari acara tersebut.
"Pemerintah berusaha menyeimbangkan sejauh mungkin antara kebutuhan tugas media dan persyaratan keamanan," kata departemen itu dalam sebuah pernyataan.
"Kami tidak akan mengomentari hasil akreditasi dari masing-masing organisasi dan orang."
Komentar
Berita Terkait
-
Jakarta Siaga Banjir Kiriman, 1.200 Pompa Disiapkan Hadapi Air dari Bogor-Tangerang
-
Transjakarta Lakukan Penyesuaian Operasional 17 Rute Terdampak Banjir
-
Putra Pertama Lahir, Motivasi Thom Haye Semakin Meledak di Persib Bandung
-
7 Sabun Mandi Cair untuk Mencerahkan Kulit, Murah Mulai Rp30 Ribuan
-
Meninggal Dunia, Perbedaan Drastis Wajah Vidi Aldiano di Podhub Episode Awal dan Terakhir Disorot
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
BGN Beri Tenggat 30 Hari: SPPG Tak Kantongi Sertifikat Laik Higiene, Siap-siap SUSPEND!
-
Hujan Lebat Picu Banjir di Tangerang, Pemkot Tetapkan Status Siaga
-
BGN Perkuat Standar Higiene Program Makanan Bergizi Gratis, 500 Peserta Ikuti Pelatihan Setiap Hari
-
Kebakaran Pasar Darurat di Blora Hanguskan Sembilan Kios dan Satu Rumah, Kerugian Capai Rp2,2 Miliar
-
Banjir Jakarta Meluas Rendam 147 RT dan 19 Jalan, Puluhan Warga Pejaten Barat Mulai Mengungsi
-
Feri Amsari dan Tiyo Ardianto Ingatkan Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja
-
AS Diduga Serang SD Putri di Iran Tewaskan 168 Orang, Donald Trump Justru Salahkan Teheran
-
Jakarta Siaga Banjir Kiriman, 1.200 Pompa Disiapkan Hadapi Air dari Bogor-Tangerang
-
Transjakarta Lakukan Penyesuaian Operasional 17 Rute Terdampak Banjir
-
Tiga WNI Hilang, Satu Alami Luka Bakar di Selat Hormuz