Suara.com - Presiden Jokowi beberapa waktu lalu melakukan kunjungan ke Kyviv, Ukraina, dengan tujuan untuk menjembatani perdamaian negara tersebut yang tengah berkonflik dengan Rusia.
Dalam pertemuannya dengan presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, Presiden Jokowi menyatakan pemimpin Ukraina itu menitipkan pesan untuk Presiden Rusia, Vladymyr Putin.
Meski pada akhirnya, pihak Ukraina membantah jika tidak ada pesan yang mereka titipkan kepada Presiden Jokowi untuk Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Kalaupun ada pesan yang akan disampaikan, hal itu terkait blokade pelabuhan yang menjadi penghambat ekspor gandum ke Indonesia dan negara lainnya di dunia.
Apa sebenarnya pesan yang disampaikan Zelensky kepada Putin via Jokowi? berikut faktanya:
1. Presiden Jokowi menawarkan diri jadi pembawa pesan
Pada akhir Juni yang lalu, Jokowi melakukan pertemuan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky untuk mendorong agar negara tersebut membuka komunikasi dengan Rusia terkait konflik yang terjadi di antara mereka.
Biro Pers Kepresidenan mengungkapkan, setelah bertemu dengan Zelensky, Presiden Jokowi akan melakukan perjalan ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin dan menyampaikan pesan dari Zelensky.
"Dalam kaitan ini, saya menawarkan diri untuk membawa pesan dari Presiden Zelensky untuk Presiden Putin yang akan saya kunjungi segera," ujar Presiden Jokowi saat menyampaikan pernyataan pers bersama Presiden Zelensky selepas pertemuan seperti dalam keterangan dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Rabu (29/6/2022).
2. Juru bicara Presiden Ukraina bantah Zelensky titip pesan pada Putin
Setelah Presiden Jokowi menyatakan dirinya membawa pesan dari Zelensky untuk Putin, Juru Bicara Kepresidenan Ukraina, Serhii Nikrovov, membantah hal tersebut.
Ia mengungkapkan jika pertemuan antara Jokowi dan Zelensky fokus pembicaraan utamanya terkait ekspor gandum yang menjadi terhambat dikarenakan adanya blokade pada pelabuhan akibat perang dengan Rusia.
"Indonesia adalah salah satu pengimpor gandum terbesar dari Ukraina, dan blokade pada pelabuhan Ukraina menjadi fokus utama pembicaraan di antara kedua presiden (Indonesia dan Ukraina) di Kyiv," kata Nikiforov kepada kantor berita Pravda, pada Minggu (3/7/2022).
3. Rusia harus bertanggungjawab atas gangguan ekspor gandum
Lebih lanjut, Nikrovov menambahkan, terkait terganggunya ekpor gandum ke Indonesia dan negara di dunia lainnya, kedua kepala negara itu sepakat Rusia harus bertanggung jawab atas gangguan ekspor dan memintanya agar mencabut blokade.
Berita Terkait
-
Ada Nama Ganjar Pranowo Hingga Hasto Kristiyanto, Disebut Berpeluang Gantikan Almarhum Tjahjo Kumolo Jadi Menpan RB
-
Tagar Jokowi Bikin Malu Jadi Trending Topik, Zelenskyy Bantah Titip Pesan untuk Putin?
-
Airlangga: Hanya Pak Jokowi, Tak Ada Pemimpin Negara yang Diterima Rusia dan Ukraina dalam Waktu Dekat
-
Jokowi Sumbang Sapi Kurban Berbobot 874 Kilogram untuk Aceh Tengah
-
Mahfud MD: Presiden Jokowi Sudah Kantongi Nama Menpan RB Pengganti Tjahjo Kumolo
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
Terkini
-
Khawatir Gila, Kongres AS Minta Dokter Periksa Kesehatan Mental Donald Trump
-
Polda Metro Bongkar Pabrik Zenith di Semarang, Sita 1,83 Ton Bahan Baku
-
Dari Moskow Prabowo Terbang ke Paris, Perluas Poros Diplomasi Strategis
-
Pramono Buka Peluang Partai Politik Ikut Naming Rights Halte, Asal Tak Ganggu Wajah Kota
-
Soal Isu Peleburan dengan Gerindra, NasDem: Tidak Masuk Akal, Kami Bukan PT Tbk
-
Donald Trump Mau Tenggelamkan Kapal Cepat Iran Kalau Berani Mendekati Blokade Selat Hormuz
-
Ramai-ramai Kecam Hinaan Donald Trump ke Paus Leo XIV, PM Italia Ikut Kesal
-
Wajah Serius Menhan AS Saat Sjafrie Sjamsoeddin Teken Kerjasama, Apa Isinya?
-
Polling, Warga Israel Mulai Capek Sama Perang: Putus Asa Bingung, dan Marah
-
Lebanon Tegaskan Negosiasi Gencatan Senjata Sendiri dengan Israel, Tak Terkait Iran dan AS