Suara.com - Curah hujan tinggi di New South Wales (NSW) menyebabkan Kota Sydney dan wilayah sekitarnya banjir hingga Selasa (5/07) sore waktu setempat. Lebih dari 100 perintah evakuasi telah diberlakukan di berbagai lokasi.
Sejauh ini, belum ada warga asal Indonesia yang dilaporkan terdampak, namun pihak berwenang meminta agar semua warga mematuhi instruksi termasuk perintah evakuasi.
"Dalam pantauan kami, sampai sekarang belum ada warga asal Indonesia yang terkena dampak banjir," kata Tiopan dari Fungsi Informasi, Sosial dan Budaya Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney kepada Farid Ibrahim dari ABC Indonesia.
"KJRI Sydney telah berkoordinasi dengan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) NSW dan tengah melakukan komunikasi intensif dengan berbagai komunitas masyarakat dan diaspora Indonesia untuk mencari informasi terkait WNI terdampak. Hingga saat ini, belum terdapat laporan mengenai WNI terdampak banjir," tambahnya.
KJRI Sydney juga telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI di New South Wales untuk meningkatkan kewaspadaan, mempersiapkan perlengkapan untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik dan evakuasi, mematuhi arahan dan imbauan dari instansi yang berwenang, serta terus memantau perkembangan cuaca dan peringatan cuaca.
Seorang warga asal Indonesia yang tinggal di Wollongong, sekitar 90 km dari Sydney, mengaku telah menerima imbauan dari KJRI tersebut.
"Sejauh ini belum ada perintah evakuasi di daerah kami. Kemarin ada pengumuman dari KJRI Sydney agar warga Indonesia tetap waspada," kata Haidir Fitra Siagian, seorang warga Indonesia di Wollongong.
"Di sekitar kami tidak ada banjir, hanya beberapa ruas jalan ditutup karena genangan air," tambahnya.
Hingga Selasa (05/07) sore waktu setempat, meski hujan deras telah mereda dan akan bergerak ke arah utara NSW, namun dampak yang ditimbulkan oleh banjir diperkirakan masih terasa hingga beberapa hari ke depan.
Baca Juga: Perang Antargeng Berlanjut di Sydney, Korban Tewas Ditembak 10 Kali di Tempat Parkir
Laporan ABC News menyebutkan curah hujan tinggi terjadi di wilayah Hunter dan Central Coast sebelum bergerak ke utara malam ini.
Biro Meteorologi (BoM) setempat memperkirakan curah hujan tertinggi akan terjadi di wilayah pesisir utara Australia pada hari Rabu besok.
Hari ini Pemerintah NSW telah menyatakan status bencana alam untuk banjir yang terjadi, yang secara otomatis mengaktifkan pendanaan darurat bagi warga yang terdampak.
Menurut Menteri Federal Urusan Pelayanan Darurat Murray Watt, pembayaran bantuan darurat kepada korban banjir akan berlaku pada 23 daerah yang meliputi Sydney Raya, Hawkesbury, Central Coast dan Illawarra.
Menteri Watt menyebutkan PM Anthony Albanese ingin memastikan pihaknya menyiapkan segala dukungan kepada pemerintah dan rakyat NSW.
Layanan darurat SES menyatakan pihaknya telah melakukan 22 evakuasi sepanjang Senin malam dan sejauh ini tercatat 5.300-an permintaan serupa.
Menteri Utama (Premier) NSW Dominic Perrottet mengatakan, ada 102 perintah evakuasi telah dikeluarkan serta 55 peringatan waspada untuk wilayah barat laut dan tenggara Kota Sydney.
Dikatakan, banjir dan badai hujan telah menyebabkan putusnya layanan listrik yang berdampak pada 19 ribu rumah dan gedung di Sydney Raya.
Ikuti terus laporan ABC News tentang bencana banjir di Sydney dan NSW di sini.
Berita Terkait
-
Ulasan The Family Plan 2: Sisi Jenaka Mark Wahlberg yang Mengocok Perut!
-
Ubah Patah Hati Jadi Motivasi, Intip Makna Lagu Terbaru BoyNextDoor 'Viral'
-
Perkokoh Sinergi Ekosistem Syariah, Pegadaian - Bank Syariah Nasional Kolaborasi Pendanaan & Digital
-
Rupiah Menguat ke Level Rp17.908 per Dolar AS Paling Perkasa di Asia
-
Selamat! 12 Finalis Desainer Muda IYFDC 2026 Terpilih, Berpeluang Sekolah Mode di Italia
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Dilema Driver Ojol Pilih Mesin Motor Awet atau Kantong Jebol karena Harga Pertamax Naik
-
Percepat Normalisasi Sungai, Satgas PRR Buka Peluang Kerja Sama dengan Pihak Ketiga
-
Namanya Muncul dalam Kasus Korupsi BGN, Wakil Ketua KPK: Saya Tak Bisnis Dapur
-
Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045
-
Ekonom Sentil Negara Sibuk Biayai Program Besar, Daya Beli Rakyat Dibiarkan Ambruk
-
Hakim Militer Perintahkan Video dan Tumbler Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dimusnahkan
-
Butuh Rp667 T Tapi Hanya Dipatok Rp139 T, Menhan Usulkan Tambahan Anggaran Rp195 T ke DPR untuk 2027
-
Prabowo Ungkap Target Besar Kesehatan Nasional, 350 Rumah Sakit Akan Dimodernisasi
-
Konservasi atau Pertumbuhan Ekonomi? Penelitian Ungkap Kita Tak Harus PIlih Salah Satu
-
Ketum TP PKK Ajak Para Pengurus & Kader PKK Pahami Pentingnya Literasi Keuangan di Tingkat Keluarga