Suara.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dinilai memiliki kinerja paling baik di antara para menteri di kabinet pemerintahan Presiden Jokowi-Wapres Maruf Amin. Penilaian tersebut berdasarkan hasil survei yang digelar Political Weather Stations (PWS), Rabu (6/7/2022).
"Siapakah yang kinerjanya paling baik di antara menteri-menteri dan pejabat setingkat menteri dalam Kabinet Jokowi-Maruf, sebanyak 15,16 menyebut nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto," ujar Peneliti Senior PWS Mohammad Tidzi dalam jumpa pers secara virtual, Rabu.
Tidzi menuturkan survei tentang kinerja menteri dan pejabat setingkat menteri juga pernah dilakukan pada Januari 2022. Hasilnya posisi Prabowo masih berada di urutan teratas sebagai menteri dengan kinerja terbaik.
"Ini menegaskan bahwa totalitas Prabowo dalam menjalankan tugas kenegaraan sebagai Menhan dalam Kabinet Jokowi Ma'ruf ternyata diapresiasi positif oleh publik," ucap Tidzi.
Lebih lanjut, Tidzi menyebut selain Prabowo Subianto beberapa menteri kabinet atau pejabat setingkat menteri, juga masuk 10 besar menteri dengan kinerja terbaik.
Yakni Menparekraf Sandiaga Uno sebesar 11.8 persen, Menteri BUMN Erick Thohir 11,4 persen, Menteri Sosial Tri Risma Harini 11,3 persen, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati 9,7 Persen.
Lalu Mendikbud Ristek Nadiem Makarim 8,5 persen, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimulyono 5,6 persen, Kepala KSP Moeldoko 4,8 persen, Menko Polhukam Mahfud MD 3,5 persen dan Panglima TNI Andika Perkasa 3,4 persen.
Untuk diketahui, survei dilaksanakan pada tanggal 15 hingga 28 Juni 2022 di 34 Provinsi di Indonesia.
Populasi dari survei ini yaitu seluruh warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih atau seluruh penduduk Indonesia yang minimal telah berusia 17 tahun dan atau belum 17 tahun tetapi sudah menikah.
Baca Juga: Survei PWS: Prabowo Dianggap Paling Layak Maju di Pilpres 2024 Ketimbang Menteri Lainnya
Jumlah sampel sebesar 1.420 responden, diperoleh melalui teknik pencuplikan secara rambang berjenjang (multistage random sampling).
Adapun margin of error +/-2,6 persen, dan pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka, dengan pedoman kuesioner melalui aplikasi google form.
Tag
Berita Terkait
-
Survei PWS: Prabowo Dianggap Paling Layak Maju di Pilpres 2024 Ketimbang Menteri Lainnya
-
Survei PWS: 62, 8 Persen Responden Puas dengan Kinerja Jokowi-Maruf
-
Bicara Soal Pilpres 2024, Sandiaga Uno: Saya Yakin Prabowo Mendengar Masukan dari Masyarakat
-
Hasil Survei Terbaru: Ganjar Pranowo Bersaing dengan Prabowo Subianto, Ridwan Kamil Urutan Keempat
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Sampah Popok Meningkat di Jepang, Bisakah Daur Ulang Jadi Solusi?
-
Houthi Siaga Penuh untuk Bela Iran, Berpotensi Tutup Jalur Minyak Vital
-
Israel Ketakutan AS-Iran Sepakat Damai, Tel Aviv Nekat Siapkan Serangan Darurat
-
Intelejen Israel Bawa Kabar Buruk, Ambisi Trump dan Netanyahu Kuasai Iran Diprediksi Kandas
-
Karma Bunuh Anak-anak Gaza dan Iran, Keluarga Netanyahu Berantakan: Istri Stres, Putra-putri Dibully
-
KPK Buka Suara Soal Tahanan 'Naik-Turun' Status: Ini Alasan Pengalihan Penahanan Eks Menteri Agama
-
Korlantas Siapkan One Way Lokal Jelang Puncak Arus Balik 2829 Maret 2026
-
Indonesia Tak Masuk Daftar, Begini Cara Militer Iran Seleksi Kapal yang Boleh Lewati Selat Hormuz
-
AS Ditinggal Sekutu, Jerman Sebut Agresi Militer Amerika Serikat ke Iran Ilegal
-
Kala Prabowo Temui Rakyat di Permukiman Kumuh Bantaran Rel Senen