News / Internasional
Senin, 11 Mei 2026 | 15:24 WIB
Pesawat milik Turkish Airlines mengalami insiden kebakaran saat mendarat di Bandara Internasional Tribhuvan, Kathmandu, Nepal. (X/@Thewarjurnal_)
Baca 10 detik
  • Pesawat Airbus A330 Turkish Airlines mengalami kebakaran roda saat mendarat di Bandara Internasional Tribhuvan, Nepal, pada 11 Mei 2026.
  • Seluruh 277 penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat oleh tim darurat bandara setelah api pada roda berhasil dikendalikan.
  • Insiden tersebut menyebabkan penundaan operasional penerbangan di bandara karena petugas harus melakukan penyelidikan serta pembersihan landasan pacu.

Suara.com - Pesawat milik Turkish Airlines mengalami insiden kebakaran saat mendarat di Bandara Internasional Tribhuvan, Kathmandu, Nepal, pada Senin (11/5/2026).

Pesawat jenis Airbus A330 tersebut membawa 277 penumpang dalam penerbangan dari Istanbul menuju Kathmandu.

Saat proses pendaratan berlangsung, api dan asap terlihat muncul dari roda bagian kanan pesawat.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan asap tebal keluar dari sisi pesawat ketika menyentuh landasan.

"Momen menakutkan terjadi di bandara Kathmandu saat pesawat Turkish Airlines mengalami kebakaran ban ketika mendarat di Bandara Internasional Tribhuvan," tulis akun @Thewarjurnal_.

Pihak bandara menyatakan tim darurat langsung bergerak cepat untuk menangani situasi. Api berhasil dikendalikan tak lama setelah pesawat berhenti di landasan.

Dalam rekaman lain, para penumpang terlihat dievakuasi menggunakan evacuation slide sebelum diarahkan menuju area aman oleh petugas bandara.

Menukil dari Gulfnews, seluruh penumpang dilaporkan berhasil keluar dengan selamat tanpa korban jiwa.

Meski tidak menimbulkan korban, insiden ini berdampak pada operasional penerbangan di Kathmandu.

Baca Juga: Akademisi Sorot Rencana Akses Pesawat Asing: Negara Harus Pegang Teguh Politik Bebas Aktif

Sejumlah penerbangan menuju Nepal sempat tertunda karena petugas masih melakukan penyelidikan dan pembersihan landasan pacu. Bandara tersebut diketahui hanya memiliki satu landasan utama.

Insiden serupa sebelumnya juga pernah melibatkan Turkish Airlines di Nepal pada 2015.

Saat itu, pesawat maskapai tersebut tergelincir di landasan akibat kabut tebal dan kondisi permukaan yang licin hingga memaksa bandara ditutup selama beberapa hari.

Nepal sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan tantangan penerbangan paling berat di dunia.

Faktor medan pegunungan ekstrem serta perubahan cuaca yang cepat sering menjadi penyebab meningkatnya risiko kecelakaan udara di kawasan tersebut.

Load More