Suara.com - Presiden RI Joko Widodo menghadiri puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2022 di Medan, Sumatera Utara. Sejumlah tokoh juga tampak hadir, baik secara langsung maupun virtual.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang hadir secara virtual, usai mengikuti Harganas 2022 mengatakan, ada banyak cara untuk menyelesaikan persoalan berkeluarga, antara lain yang umum adalah stunting.
Ganjar menjelaskan, persoalan stunting adalah tanggung jawab bersama dan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Terutama masalah pangan dan asupan bergizi untuk anak.
"Ada banyak cara yang sebenarnya kalo stuntingnya tidak hanya sekedar pangan. Maka kalo kemudian kita ingin lebih sistematis, BKKBN sudah bekerja sama dengan kita," ujar Ganjar.
Kasus stunting pada anak disebabkan antara lain karena buruknya akses vitamin dan makanan bergizi untuk anak. Lebih luas, kasus stunting muncul akibat ketidaksiapan orang tua untuk melakukan pernikahan dan merawat anak.
Terkait itu, Ganjar menyebutkan Provinsi Jawa Tengah memiliki program Jo Kawin Bocah atau jangan menikah dini. Hal itu dikarenakan menikah di usia muda bisa menyebabkan ketidaksiapan pasangan suami istri sebagai orang tua.
"Kalo toh mereka sudah memasuki usia menikah, diperiksa dulu. Suaminya diperiksa, istrinya diperiksa, setelah itu masuklah mereia pernikahan. Begitu mereka menikah, ketika semuanya sehat, maka anaknya akan sehat," kata Ganjar.
Tak sampai di situ, permasalahan lain usai pernikahan akan muncul pada saat istri hamil. Ganjar menuturkan, anak harus mendapatkan asupan bergizi. Sebagai jawabannya, orang nomor satu di Jawa Tengah itu membuat program JateNg GayeNg Nginceng WoNg MeteNg (5Ng).
Program itu akan melakukan pendampingan untuk ibu-ibu hamil di Jawa Tengah. Tujuannya, agar ibu-ibu hamil bisa dipastikan kondisi kesehatannya dan asupan bergizi untuk kandungan.
Baca Juga: Ribuan Srikandi di Jabar Kenalkan Ganjar ke Milenial Lewat West Java Dance Festival
"Ketika muncul indikasi stunting, perbaikan gizi harus segera dilakukan. Desa bisa, PKK bisa, bidan pasti bisa. Atau mereka diajari mandiri, umpama memanfaatkan lahan, kemudian ketika lahiran mereka didampingi, insya Allah lahirnya sehat semua.," tutur Ganjar.
Kendati demikian, jika kasus stunting sudah terlanjur terjadi, maka Ganjar mengatakan diperlukan intervensi pemerintah secara penuh agar anak yang terkena stunting bisa ditangani dengan cepat.
Sebagai informasi, penurunan stunting di Jawa Tengah memiliki tren yang bagus. Selama dua tahun terakhir penurunan stunting di Jawa Tengah mencapai sekitar 24 persen, sementara tingkat nasional sebesar 27,6 persen.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Kisah Pak Minta: Curi Labu Siam Demi Menu Buka Puasa Ibu yang Renta hingga Tewas Dipukuli Tetangga
-
Pezeshkian Telepon Putin, Minta Rusia Mendukung Hak-hak Sah Rakyat Iran
-
Vidi Aldiano Berpulang, Wapres Gibran: Indonesia Kehilangan Talenta Muda Berbakat
-
Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump
-
Kini Minta Maaf, Terungkap Pekerjaan Pengemudi Konvoi Zig-zag yang Viral di Tol Becakayu
-
Presiden Iran: Negara-negara Arab Tak Akan Lagi Diserang, Asal Tak jadi Alat Imperialis AS
-
Golkar 'Sentil' Bupati Fadia: Fokus Proses Hukum di KPK, Tak Perlu Alasan Tak Paham Birokrasi
-
Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Kecam Dugaan Pelecehan di Panjat Tebing, DPR Bakal Segera Panggil Menpora