Suara.com - Dalam Al-Qur'an manusia dilarang untuk membuang ataupun menyia-nyiakan makanan. Hal ini disebutkan dalam Surah Al-Isra ayat 26-27.
Selaras dengan perintah untuk tidak menyia-nyiakan makanan, baru-baru ini tersebar video yang merekam momen siswa sekolah yang memungut snack sisa yang tidak dimakan dan digeletakkan saja di aula di mana acara digelar.
Salah satu akun media sosial yang mengunggah video tersebut adalah akun Instagram @viral.menarik pada Kamis (7/7/22).
Dalam video yang beredar, tampak seorang siswa putri berkacamata sedang berjalan di sebuah ruangan di mana acara digelar.
Awalnya siswa yang memakai almamater sekolah berwarna biru ini menendang kardus snack yang tergeletak di lantai.
Temannya yang merekam video kemudian berkata bahwa di dalam kardus snack tersebut masih ada isi makanan. Namun, perempuan yang berkacamata mengatakan bahwa kardus tersebut tidak ada isinya.
"Eh, eh... ada. Berat," ucap perekam video.
"Enggak, enggak ada," ucap siswa berkacamata.
Perekam video ini kemudian langsung membuka kardus snack yang sebelumnya ditendang oleh temannya. Tak disangka saat dibuka, kardus tersebut berisi sepotong roti dan juga snack lainnya.
Perekam video kemudian langsung mengambil makanan sisa yang berada di dalam kardus tersebut. Ia memasukkan snack sisa ke dalam tas yang dibawa oleh siswa berkacamata.
Dalam video ini juga tampak momen ketika siswa sekolah ini membuka tas hitam yang berisi snack sisa acara yang ditinggalkan di ruang acara. Para siswa ini terdengar tertawa ketika tas tersebut dibuka.
Ternyata siswa ini berhasil mendapatkan beberapa roti dan juga snack lainnya.
"Alhamdulillah ya Allah," ucap seorang siswa.
Video ini pun menarik perhatian dari warganet. Mereka mengungkapkan bahwa tindakan siswa ini tidak ada salahnya, karena mereka memanfaatkan makanan yang ada.
"Iya, selama masih bisa dimakan nggak masalah. Jangan buang-buang makanan. Kasihan makanan dibuang-buang," kata warganet.
Berita Terkait
-
Gegara Perceraian, Pria Hancurkan Rumah Rp 500 Juta Dibangun di Tanah Mertua, Warganet: Balas Dendam yang Indah
-
Miris, Wanita Ini Diselingkuhi hingga Dianggap Rendah Oleh Suaminya Sendiri Gegara Jadi IRT
-
Geger Masturbasi di KRL, Pria Cabul Berkostum Pilot Tertangkap saat Berkeliaran Naik Bus TransJakarta
-
Suami Kasar ke Anaknya saat Berbuat Kesalahan, Alasannya Untuk Mendidik, Tuai Pro Kontra Publik
-
Warganet Bandingkan Penyataan Ridwan Kamil dan Sule saat Diminta Pilih Istri atau Anak
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Truk Kontainer Anjlok di Cilincing, Operasional Transjakarta Koridor 10 Terhambat
-
Prabowo Minta THR ASN Dibayar Tepat Waktu, Aplikator Bayar BHR Ojol Rp400 Ribu-Rp 1,6 Juta
-
Sidang Kabinet: Prabowo Minta Jajaran Beri Pelayanan Mudik Terbaik Hingga Diskon Tarif
-
Joget Gemoy Trump Disamakan dengan Kaisar Nero, Netizen: Di Sini Pemimpinnya Juga Suka Joget
-
Wakil Ketua Komisi XIII DPR Kutuk Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Desak Aparat Usut Tuntas
-
Temui Gibran di Istana Wapres, Kini Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi 100 Persen Asli
-
Mengenal 'Pasukan Siluman' Unit NOPO, Sang Penjaga Nyawa Mojtaba Khamenei
-
Rp320 Juta vs Rp3 M! Drone Iran Bikin Pusing AS, Robot Anjing Polri Buat Netizen Geleng-geleng
-
Sebelum Sidang Kabinet, Prabowo dan Menteri-menteri Bayar Zakat di Istana Negara
-
Komisi XIII DPR: Percuma Ada Polisi Jika Tak Mampu Ungkap Motif Penyerang Andrie Yunus