Suara.com - Kementerian Agama mengimbau umat Muslim di Indonesia mengecek ulang arah kiblat karena akan mengalami pergeseran. Anda bisa mencoba cara menentukan arah kiblat dengan Google Maps agar tak bingung.
Fenomena pergeseran arah kiblat itu disebut peristiwa Istiwa A'zam atau Rashdul Kiblat. Peristiwa ini terjadi ketika matahari melintas tepat di atas Ka'bah sehingga bayangan benda berdiri tegak lurus ke Ka'bah.
Fenomena ini terjadi pada 15 dan 16 Dzulhijjah atau tepat pada 15 dan 16 Juli 2022. Hal ini menyebabkan adanya pergeserah arah kiblat, sehingga umat Muslim diimbau untuk memeriksa kembali arah kiblat.
Meski demikian, Anda tidak perlu khawatir mengenai arah kiblat yang bergeser. Anda cukup memeriksa ulang arah kiblat, salah satunya dengan memanfaatkan Google Maps.
Cara Menentukan Arah Kiblat Pakai Google Maps
Untuk mengetahui arah kiblat dengan memanfaatkan teknologi Google Maps, Anda hanya perlu mengikuti panduan di bawah ini.
1. Buka laman Google Maps melalui browser di HP atau komputer dan laptop.
2. Ubah tampilan peta Google Maps menjadi mode Satelit dengan cara klik kotak dengan tulisan satelit di kiri bawah
3. Tuliskan kata Ka'bah, Mekkah Arab Saudi di kolom Telusuri, lalu klik Enter. Selanjutnya klik kanan persis di atas Ka'bah (bukan di Masjidil Haram), pilih opsi Ukur Jarak
Baca Juga: 3 Cara agar Terhindar dari Membicarakan Keburukan Orang Lain
4. Cari posisi yang akan ditentukan arah kiblatnya. Untuk mengetahui posisi saat ini, Anda bisa memilih ikon lokasi. Pastikan lokasi sudah tepat dengan tempat Anda berada saat ini
5. Klik kiri di titik yang akan ditentukan arah kiblat, maka muncul garis penunjuk kiblat. Inilah yang menjadi arah kiblat sesuai lokasi Anda
Rashdul Kiblat
Mengutip dari laman resmi Kemenag RI, peristiwa Rashdul Kiblat atau Istiwa A'zam akan terjadi pada 15 dan 16 Juli 2022, tepatnya pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA.
Pergeserah arah kiblat hanya terjadi di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah. Sementara itu, wilayah Indonesia timur tidak mendapatkan peristiwa ini.
"Karena matahari sudah terbenam sehingga tidak dapat menghasilkan bayang-bayang benda," ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama, Adib.
Berita Terkait
-
3 Cara agar Terhindar dari Membicarakan Keburukan Orang Lain
-
Wajib Dicoba! 3 Cara agar Emosi Terkendali
-
5 Cara Membersihkan Karburator Motor Yamaha RX-King, Serba Simpel!
-
Ini Link Pendaftaran Rekrutmen TNI AL, Lengkap dengan Syarat dan Cara Daftar
-
8 Syarat Rekrutmen TNI AL dan Langkah Pendaftaran yang Dibuka Mulai 11 Juli 2022
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029