Suara.com - Mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah dan Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Ramzah terlibat adu cuitan di Twitter.
Aksi keduanya sempat memanas pada bulan April lalu, kemudian kembali terjadi lagi di pertengaham Juli. Keduanya kini saling beradu argumen yang soal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Febri Diansyah dikenal sering memberikan kritik pada KPK di bawah pimpinan Firli Bahuri smeentara Fahri Hamzah memuji KPK.
Cekcok antara keduanya bermula saat Febri Dianyah berkomentar pada cuitan Fahri Hamzah.
"Membaca twit @Fahrihamzah, mengingat sikap dan kontribusinya bikin @KPK_RI jadi seperti sekarang, tidak terbayangkan gimana nanti jika @Fahrihamzah dengan partainya yang baru memegang kekuasaan," tulis Febri Diansyah pada Rabu (13/7/2022).
"Ini tentu bukan soal personal. Tapi tentang kekuasaan yang dapat mematikan pemberantasan korupsi," tambahnya.
Cuitan tersebut kemudian dibalas oleh Fahri Hamzah pada Kamis (14/7/2022). Fahri malah meminta Febri Diansyah mengikuti jejak Bambang Widjojanti (BW) menjadi pengacara pembela korupsi.
"Ayo Mas Febri, Anda harus membela para tersangka KPK sebagai cara untuk membuktikan bahwa KPK bisa dikalahkan," tulis Fahri Hamzah.
"Ikut jejak Mas BW yang kesatria maju untuk membuktikan bahwa KPK bisa salah dan bisa kalah. Itulah negara hukum yang sebenarnya ketika peluang menang dan kalah selalu ada," tambahnya.
Baca Juga: Usut Dugaan Korupsi Tanah di Pulo Gebang, KPK Sudah Targetkan Beberapa Calon Tersangka
Tak berhenti sampai di situ, Febri kemuidan membalas langsung di kolom komentar cuitan milik Fahri Hamzah.
"Lagi ngomong apa sih?" jawab Fabri singkat.
Perseteruan keduanya sontak mengundang berbagai respons dari warganet.
"KPK dan politisi itu sama aja, mereka tetap membela marwah institusinya, bukan marwah rakyat," komentar warganet.
"FH jelas banget alergi dengan KPK sebelum pimpinan Firli ini. FH ingin yang berantas korupsi itu Kejaksaan/Polri," imbuh warganet.
"Ini soal keberpihakan. Bukan kalah atau menang. Jika berpihak pada pemberantasan korupsi, tentu tak ada alasan untuk membela tersangka korupsi," tambah lainnya.
Berita Terkait
-
Mi Instan Goreng Campur Yogurt Viral
-
Kepala Pengantin Terekam Kamera Nyangkut di Jendela Mobil, Warganet: Ini Lagi Ngelawak Apa Emang Ga Sengaja?
-
Viral Pencuri Siang Bolong Gondol TV, Gegara Teman Taruh Kunci di Rak Sepatu, Kontrakan Yeni Digeratak Maling
-
Video Viral Pengajar Pondok Pesantren Hancurkan Make Up Santriwati
-
Parah! Pria Pemotor Santai Terobos Lindas Makanan Tahlilan, Jemaah Syok Melongo
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik
-
Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal
-
Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang
-
Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus
-
Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza
-
Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina
-
Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan
-
Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya
-
Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah
-
Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok