Suara.com - Berada lama di Tanah Suci hingga 40 hari, jemaah haji Indonesia memanfaatkan waktu untuk banyak menunaikan ibadah wajib dan sunah termasuk umrah. Meski membutuhkan fisik yang kuat untuk menunaikan tawaf dan sai, masing-masing sebanyak tujuh kali dengan sebelumnya bermiqat di Masjid yang jaraknya jauh dari Masjidil Haram, tidak membuat surut semangat jemaah melakukan ibadah sunnah tersebut.
Seperti yang dilakukan jemaah embarkasi SUB kloter 3, Muhammad Ali Sanadi (48). Warga asal Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur ini melaksanakan ibadah umrah hingga 12 kali selama di Tanah Suci.
"Satu umrah wajib, 1 umrah ifadah selesai Armuzna, sekali umrah sunnah untuk diri sendiri dan selebihnya umrah membadalkan keluarga yang sudah meninggal," ujarnya saat ditemui tim Media Center Haji (MCH) di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Minggu (17/7) sebelum pemberangkatan ke Tanah Air.
Dikatakan bapak empat anak ini, setiap hari ada saja jemaah satu regunya mengajak pergi umrah sehingga ia merasa sudah sampai hapal untuk rangkaian umrah dan semakin besar rasa kecintaannya kepada Allah SWT melalui sering melihat bangunan ka'bah.
"Kecintaan saya kepada Allah SWT itu sudah masuk, jadi kalau tidak masuk Masjidil Haram melihat Ka'bah itu rasanya hampa," ujarnya.
Dengan kecintaannya kepada Sang Pencipta semakin tinggi, Muhamad Ali ini merasa emoh pulang ke Tanah Air. "Rasanya nyaman sekali di sini, mau pulang kok kayak ada rasa kehilangan yang besar. Masih di bandara ini saja, rindu kepada Masjidil Haram itu sudah berat sekali," katanya dengan terharu.
Diceritakan bapak yang sehari-hari seorang guru ini, seringnya ia pergi umrah ia dijadikan pemimpin grup bagi jemaah yang ingin pergi umrah juga. "Ada 6 orang sampai 10 orang yang selalu mau ikut umrah. Untuk miqat-nya, kami naik taksi ke Masjid Tan'im, kemudian ke Masjidil Haram," ungkapnya.
Memang, kata Muhammad Ali, petugas haji selalu mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatannya dengan tidak memforsir tenaga dengan berbagai kegiatan ibadah sunnah. Tapi ia selalu meyakini yang mengetahui kesehatan jemaah itu adalah jemaah itu sendiri. Sehingga kalau memang merasa sanggup untuk melakukan umrah, maka jangan ditahan-tahan keinginan tersebut.
"Saya selalu yakini ke diri sendiri dan jamaah lain, jangan takut kehilangan kesehatan untuk beribadah. Karena yang memberi kesehatan adalah Allah dan kita beribadah untuk dekat Yang Memberi Kesehatan," tegasnya.
Baca Juga: Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Indonesia Selasa 19 Juli 2022
Selain umrah, ia juga selalu menyempatkan untuk salat wajib di Masjidil Haram.
"Setiap hari harus ke Masjidil Haram, naik taksi pulang pergi ongkosnya 10 reyal. Alhamdulillah saya sehat. Kemarin mau berangkat haji saya punya penyakit pinggang, asam urat dan wasir, Alhamdulillah di sini sembuh semuanya. Ibadah saya lancar dan InsyaAllah diterima Allah SWT," ucapnya.
Untuk menuntaskan rasa rindunya terhadap Masjidil Haram nanti, Muhammad Ali berencana akan berangkat ibadah umrah pada Desember 2022 mendatang bersama istrinya.
"InsyaAllah Desember nanti saya mau pergi umrah bersama istri. Biar istri saya bisa merasakan kecintaan yang sama terhadap ka'bah yang merupakan salah satu kebesaran Allah SWT," katanya.
Kesedihan meninggalkan Tanah Suci juga dirasakan M Bisri Mustafa, 20 tahun. Jemaah embarkasi SUB kloter 3 ini. Ia bersama Muhammad Ali Sanadi selalu pergi umroh selama di Tanah Suci.
"Memang saya cuma 7 kali umrahnya, karena saya kan menjaga ibu juga. Tidak mau memaksa ibu juga, kalau ibu sehat dan kuat saya ajak umrah," katanya yang menjadi jamaah pengganti almarhum bapaknya.
Berita Terkait
-
Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Indonesia Selasa 19 Juli 2022
-
Penyakit yang Paling Banyak Membuat Jemaah Haji Indonesia Meninggal
-
Catat! Sampai di Debarkasi, Jemaah Haji Indonesia Tidak Dikarantina!
-
Kemenkes Ungkap Penyebab Kematian Terbanyak Jemaah Haji di Arab Saudi, Gara-gara Penyakit Apa?
-
Merokok di Area Masjid Nabawi, Jemaah Haji Terancam Denda Rp 800 Ribu
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah
-
Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara