Suara.com - Sebuah kecelakaan maut yang melibatkan mobil dinas Badan Keamanan Laut (Bakamla) dengan truk hingga menewaskan Laksda (Purn) Herry Setianegara.
Kecelakaan ini terjadi pada Sabtu (30/7/2022) pukul 06.50 WIB pagi di ruas jalan Tol Solo-Semarang di wilayah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sementara itu, berikut kelima fakta dari kejadian tersebut untuk mengetahui kebenaran beritanya.
1. Kronologi Kejadian
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iqbal Alqudusy menjelaskan peristiwa nahas itu bermula ketika mobil Fortuner dan truk bernomor polisi AG 9656 UB sama-sama melaju dari arah barat ke timur.
Sesampainya di KM 483+500, mobil Fortuner tersebut menabrak truk yang melaju di depannya itu. Lalu, mobil Fortuner yang terlibat dalam kecelakaan merupakan kendaraan dinas Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI bernomor polisi 25213-00.
2. Dua Korban Tewas, Termasuk Purnawirawan TNI AL
Adapun kedua korban yang tewas akibat kecelakaan itu adalah Frigat Inggristianto Putro (36) dan Herry Setianegara (64), penumpang yang merupakan Laksda purnawirawan (Purn) TNI Angkatan Laut.
Sementara satu penumpang Fortuner lainnya tengah dalam kondisi terluka dan sudah mendapat pertolongan medis di rumah sakit. Ia adalah istri Herry, Rr Ken Respati yang duduk di kursi tengah saat kecelakaan terjadi.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Boyolali, AKP Abdul Mufid, mengatakan Ken Respati mengalami luka ringan. Sementara itu, dua korban tewas juga telah dievakuasi ke RS Pandan Arang Boyolali.
Baca Juga: Ngebut Kendarai Motor saat Mabuk, Dua Pemuda di Mojokerto Temui Ajal
3. Penyebab Kecelakaan
Berdasarkan rekaman CCTV yang diperoleh sebuah sumber dari Polda Jawa Tengah, mobil Fortuner itu menabrak truk dengan sangat keras. Disebut kecepatannya mencapai 120 km/jam dan pengemudi mobil itu tidak sempat menurunkannya.
4. Mobil Dinas Bakamla Hancur
Disebutkan bahwa kondisi mobil dinas jenis SUV yang ditumpangi Laksda (Purn) Herry rusak parah mulai dari bagian depan hingga belakang. Khususnya pada bagian samping kanan.
Terlihat bodi samping kanan dan atap melingkap hingga belakang. Sementara bodi samping di bagian kiri rupanya masih utuh, termasuk bagian belakang.
5. Sopir Truk Selamat
Berita Terkait
-
Ngebut Kendarai Motor saat Mabuk, Dua Pemuda di Mojokerto Temui Ajal
-
Minibus Tergencet Truk di Jember Menewaskan Tiga Korban Sekeluarga
-
Kecelakaan Maut Bus dan Sepeda Motor, Satu Tewas
-
Kronologi Bus Bawa Rombongan Jemaah Haji Tabrakan di Asahan
-
Terpopuler: Korban Kecelakaan Maut Odong-odong Bertambah, Pelaku Penanam Ganja di Gunung Karuhun Beri Pengakuan
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Tetap Buka! Ini Jam Operasional BRI Jakarta Pusat saat Libur Lebaran 2026
-
DPR RI soal Pembelian Rudal BrahMos: Jaga Kedaulatan Tanpa Terjebak Rivalitas Geopolitik
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Pemerintah Minta Polisi Usut Tuntas
-
Buntut Ketegangan Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI dari Iran
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif