Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengklaim sudah berupaya membersihkan akun judi online. Menurut klaimnya, Kominfo sudah membersihkan sekira setengah juta akun judi online sejak 2018.
"Sejak 2018 sudah setengah juta akun judi ditakedown lebih dari setengah juga setiap hari kami lakukan patroli siber pembersihan," kata Johnny di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (2/8/2022).
Kendati demikian ia tidak menampik adanya situs judi online yang mendaftar penyelenggara sistem elektronik (PSE). Johnny mengaku bakal melakukan pendalaman untuk mencari tahu terkait situs tersebut.
Apabila benar terbukti menyajikan judi, maka situs yang sudah mendaftar PSE itu akan diturunkan.
"Tapi ada yang daftar PSE kami klarifikasi pendalaman apabila ditemukan berkaitan judi online tidak ada ruang di Indonesia harus ditake down," ujarnya.
Johnny menilai perlu satu hingga dua hari untuk menyelesaikan perkara itu.
"Kita tidak ingin take down tanpa klarifikasi pedalaman nanti masalah tapi sesegera mungkin. Enggak ada ruang judi karena menabrak undang-undang."
Temuan Warganet
Disaat Kominfo gencar melakukan pemblokiran terhadap sejumlah situs seperti Steam hingga Paypal, masyarakat justru menemukan beberapa nama situs yang diduga merupakan situs judi online terdaftar sebagai PSE di laman Kominfo.
Baca Juga: Beberapa Efek Pengobatan Kanker Beserta Cara Menguranginya
Temuan tersebut membuat publik protes lantaran Kominfo dinilai tak adil meloloskan situs judi online dan justru memblokir situs penyedia produk legal dan memiliki banyak fungsi, seperti Steam dan PayPal.
Temuan warganet terhadap dugaan situs judi online terdaftar PSE
Seorang warganet mengunggah tangkapan layar bahwa ia menemukan nama sebuah situs yang disebut merupakan situs judi online, yakni Domino Qiu-Qiu di laman Kominfo.
Sontak, cuitan serupa juga muncul dari akun lain sehingga membuktikan bahwa benar adanya situs yang diyakini sebagai judi online tersebut terdaftar di laman pse.kominfo.go.id/home/pse-asing.
Tak tanggung-tanggung, warganet yang membagikan tangkapan layar laman Kominfo tersebut juga menyinggung pemblokiran Steam, situs marketplace gim legal. Ia menyindir bahwa Kominfo alih-alih memblokir situs judi, malah menutup akses produk gim legal melalui Steam.
"Kominfo be like: berhenti bermain di Steam dan main lah Domino Qiu Qiu," cuit seorang warganet.
Berita Terkait
-
Kominfo Dicuekin PayPal, Meski Sudah Minta Bantuan Pemerintah Amerika
-
Menkominfo: Pendaftaran PSE untuk Lindungi Warganet dari Serangan Siber
-
Menkominfo: Aturan PSE Dibutuhkan Agar Terhindar dari Serangan Siber yang Luar Biasa
-
Menteri Plate Bantah Beri Ruang untuk Judi Online
-
Menkominfo Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Judi Online di Indonesia
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Penyusunan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Jateng Perlu Dipercepat
-
Pengungsi WNA di Setiabudi, Pramono Anung Akan Tertibkan Fasilitas Publik yang Disalahgunakan
-
KPK Dalami Keterangan Bupati Kuansing soal Dugaan Amplop untuk Menhut Raja Juli
-
3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
-
KPK Sita Uang Rp1,22 Miliar Valas hingga 55 Kg Logam Diduga Platinum
-
Hadiri Pelantikan Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo Tekankan Pentingnya Peran Perempuan
-
Kenakan Rompi Oranye KPK, Bupati Langkat Syah Afandin Bantah Sudah Tahu Ada OTT
-
KPK Ungkap Kronologi Penemuan Uang Rp100 Juta di Bawah Jok Mobil dalam OTT Bupati Langkat
-
Bupati Langkat Diduga Terima Gratifikasi Rp3,5 Miliar, dari Jual Beli Jabatan hingga Seragam Sekolah
-
Bupati Langkat Diduga Terima Suap Rp 800 Juta untuk Proyek di Disdik dan Disperkim