Suara.com - Kasus infeksi cacar monyet atau monkeypox kini telah menyebar ke banyak negara, termasuk di negara tanpa riwayat endemi. Untuk itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendesak supaya pemerintah segera membentuk satuan tugas atau satgas untuk menangani kasus cacar monyet.
Menurut Bamsoet, pembentukan satgas ini sangat diperlukan karena kasus cacar monyet sudah teridentifikasi di beberapa negara tetangga.
“Pembentukan satgas diperlukan segera mengingat kasus monkeypox ini sudah teridentifikasi di beberapa negara tetangga," kata Bamsoet pada Rabu (3/8/2022).
Selain itu, Bamsoet juga meminta pemerintah untuk bekerja sama dengan pihak terkait agar memperluas dan memperketat screening di setiap pintu masuk, mulai dari pelabuhan, bandara, hingga pos lintas batas darat negara (PLBDN).
"Mengingat pencegahan tetap perlu diperkuat dengan melakukan pengawasan terhadap pelaku perjalanan melalui pengamatan suhu, pengamatan tanda, dan gejala," ucapnya.
Lebih lanjut, Ketua MPR meminta kepada Pemerintah untuk dapat meningkatkan kemampuan laboratorium jejaring dalam diagnostik molekuler spesimen pasien yang dicurigai menderita cacar monyet sesuai rekomendasi WHO.
Dengan begitu, tutur ia melanjutkan, deteksi dini kasus cacar monyet hingga penanganan yang cepat dan tepat dapat dilakukan.
Bamsoet meminta kepada pemerintah bersama para pakar untuk dapat meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai epidemi, gejala, cara penularan, hingga langkah-langkah pencegahan pribadi serta di lingkup masyarakat.
Selain itu, ia juga berpandangan bahwa pemerintah perlu memberikan informasi terkini kepada masyarakat mengenai situasi cacar monyet secara berkala dan transparan guna mencegah terjadinya kepanikan akibat kesimpangsiuran berita di berbagai media.
Baca Juga: Alert! Suspek Pasien Cacar Monyet Ditemukan di Jawa Tengah, Kemenkes Angkat Suara
Ketua MPR juga meminta kepada Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia atau IDI untuk mendorong para tenaga kesehatan di seluruh Indonesia agar segera melapor ke dinas kesehatan setempat apabila terdapat kasus sesuai dengan kriteria suspek atau probable cacar monyet.
"Di samping itu, tenaga kesehatan juga harus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan klinis dalam pendekatan diagnosis serta tata laksana cacar monyet," ucap Bamsoet. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Alert! Suspek Pasien Cacar Monyet Ditemukan di Jawa Tengah, Kemenkes Angkat Suara
-
1 Orang di Jateng Suspek Cacar Monyet, Ganjar Pranowo Minta Masyarakat Tidak Panik
-
Duh! Suspek Cacar Monyet Muncul di Jateng, Ganjar Minta Pintu Masuk Indonesia Diperketat
-
Kematian Akibat Cacar Monyet Terus Meningkat, Waspadai Gejala Ini Sering Tidak Disadari
-
Kasus Cacar Monyet Banyak Ditemukan pada Kelompok Gay, Perdoski: Monkeypox Bukan Infeksi Menular Seksual
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Afghanistan Rayakan Idulfitri Hari Ini, Hilal Telah Terlihat di Beberapa Provinsi
-
Tradisi 200 Tahun, Ribuan Jemaah Syattariyah Nagan Raya Rayakan Idul Fitri Hari Ini
-
Arab Saudi Tetapkan 1 Syawal 1447 H Tanggal 20 Maret 2026, Indonesia Tunggu Sidang Isbat
-
Koalisi Sipil Desak Tersangka Prajurit TNI Kasus Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum
-
Perantau Bangka Belitung Bahagia Mudik Gratis Pakai Kapal Perang TNI AL
-
Babak Baru Kasus Air Keras Aktivis KontraS: Siapkah TNI Bongkar Dalang atau Cuma Cari Kambing Hitam?
-
Macet Parah Gilimanuk Makan Korban, Bukti Buruknya Manajemen Mudik
-
Dugaan Anggota Terlibat, Mabes TNI Selidiki Kasus Air Keras Andrie Yunus
-
Redam Konflik Berdarah, PBB Sambut Baik Jeda Pertempuran Afghanistan-Pakistan Jelang Lebaran
-
Dua Jenderal Iran Tewas, AS Mulai Tinggalkan NATO dan Australia?